Senin, 20 Maret 2017

Jalan ke Genuk Kemiri Sempit

PATI – Salah satu akses jalan masuk ke objek wisata budaya Genuk Kemiri dan bekas lokasi pusat pemerintahan Kabupaten Pati masa lalu lewat Dukuh Klegen, Kelurahan Kalidara, Kecamatan Kota Pati, selama ini, dinilai terlalu sempit. Bahkan, kondisi ujung jalan tersebut sangat membahayakan.
Tepatnya di ruas Jl Soponyono, meskipun dari timur terdapat rambu larangan untuk kendaraan roda empat, tapi pembiaran pelanggaran sampai sekarang terus berlanjut dan sama sekali tidak ada penindakan dari pihak berwenang.
Akibatnya, pengguna jalan yang hendak masuk maupun keluar dari ujung jalan di Klegen itu harus ekstra hati-hati.
Maksudnya, kata beberapa warga, dari ujung jalan dengan gapura di sisi kiri dan kanan, baik yang hendak ke barat maupun timur harus menunggu sepinya arus lalu lintas di Jl Soponyono.
Demikian pula yang dari ruas jalan tersebut hendak masuk ke Klegen maupun Kemiri, tentu tidak bisa asal potong jalan karena membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain.
Kondisi yang sama juga terjadi pada malam hari, dan justru yang sangat membahayakan karena sisi barat ujung jalan itu menjadi tempat parkir kendaraan roda empat yang menjadi pengunjung warung Soto Kemiri.
Hal itu tentu menghalangi pandangan pengendara motor yang hendak ke luar dari ujung jalan tersebut ke barat.
Padahal, pada jam-jam tersebut arus lalu lintas di Jl Soponyono dari barat maupun timur juga ramai. ’’Karena itu, akses ujung jalan masuk ke Klegen maupun Genuk Kemiri harus diperlebar dengan menggeser gapura, serta menambah akses jembatan ,’’ ujar salah seorang di antara mereka, Sukarwi (58), warga Kemiri.
Saluran
Sebab, katanya lagi, di ujung jalan tersebut juga terdapat saluran air Sani Kiri yang di atasnya harus dilengkapi jembatan agar bisa keluar maupun masuk dari Klegen dan Kemiri.
Jika gapura harus digeser untuk digantikan dengan bentang atas maupun bawah lebih lebar, maka penambahan badan jembatan minimal satui meter di sisi kiri dan kanan harus dilakukan.
Misalnya, hal itu dilakukan dan ujung luar akses jalan bisa dituntaskan, permasalahan pun tetap muncul.
’’Sebab, tepat di balik tembok gapura juga terdapat warung kelontong milik warga yang terlalu dekat dengan jalan, sehingga harus diundurkan.’’ Berkait upaya tersebut, Kepala Kelurahan Kalidoro, Sugarwo sudah berkonsultasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Tata Ruang (TR) Kabupaten Pati.
Akan tetapi, pelaksanaan penataan ujung jalan Klegen ke Kemiri tidak bisa dilaksanakan tahun ini, sehingga harus diusulkan terlebih dahulu untuk dilaksanakan tahun depan (2018). Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya DPU dan TR Kabupaten Pati, Sunardi.
Apalagi, jika mengingat latar belakang sejarah bahwa Kemiri adalah merupakan pusat pemerintahan awal berdirinya Kadipaten Pati Pesantenan, maka akses jalan masuk maupun keluar harus dimaksimalkan. Pertimbangannya, tiap lima tahun sekali di lokasi itu menjadi pusat prosesi pada peringatan Hari Jadi Pati.
’’Sedangkan masalah pelebaran jembatan di ujung jalan itu juga harus direncanakan karena berada di lahan saluran Sani Kiri,’’imbuh Sunardi yang juga pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pengairan, menggantikan Samadi yang pensiun.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/jalan-ke-genuk-kemiri-sempit/