Minggu, 19 Maret 2017

Pemulung TPA Pati Diajak Bekerja Bakti

PATI – Untuk kali pertama, setelah hampir 15 tahun mencari penghidupan dengan memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, puluhan pemulung kemarin diajak bekerja bakti oleh pengelola TPA.
Sasarannya membersihkan lingkungan zona aktif TPA, baik fasilitas saluran maupun akses jalan. Khusus yang disebut terakhir, selama ini menjadi tempat pengumpulan sampah yang selesai dipilah dari tempat pembuangan.
”Dengan cara itu, sampah hasil pilahan dan sampah plastik tidak berceceran,” kata penanggung jawab TPA dari Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Pati, Sukiman. Dikatakan, posisi lubang penimbunan sampah sudah ditata berupa perbukitan.
Karena itu, sisa-sisa sampah tersebut bila tertiup angin jatuh di jalan, dan bila turun hujan akan tertutup lumpur. Soalnya, akses jalan itu tiap hari juga dilewati truk tangki penyangkut tinja yang akan dibuang di sisi barat TPA.
Upaya kerja bakti itu juga mengarah sasaran saluran pembuang air di sisi utara jalan tersebut, karena ada sampah yang masuk ke dalam. Dalam waktu kurang dari tiga jam setelah kerja bakti dimulai pukul 07.00, lingkungan sekitar lubang pembuangan sampah terlihat bersih.
”Sebenarnya petugas di TPA bisa melakukan pekerjaan tersebut, tapi kami ingin pemulung juga merasa bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan tempat mereka bekerja.” Sanitari Apalagi, kata dia, akses jalan di lingkungan lubang penimbunan TPA tersebut selama ini yang memanfaatkan itu mereka.
Setelah hasil pilahan sampah dari lubang dikemas dalam karung plastik dalam jumlah cukup banyak, sementara ditumpuk di pinggir jalan, baru kemudian diangkut truk pihak penampung.
Jika secara rutin kerja bakti bersama itu bisa dijadwalkan, hal tersebut sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi pengelolaan sampah dengan lubang yang nanti akan dibangun di areal seluas 5 hektare.
”Lubang pembuangan tersebut nanti akan dilengkapi dengan sanitari, serta rumah pemilahan.” Lubang pembuangan TPA lengkap dengan penunjang sanitari yang dibangun dengan anggaran Rp 15 miliar tersebut merupakan hadiah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sebab, selama ini Pati secara berturutturut meraih penghargaan Adipura, dan bahkan pernah meraih Adipura Kencana.
Karena itu, dalam pembuatan lubang baru yang dimulai tahun ini, tersedia fasilitas rumah pilah. Semua sampah dari kota sebelum masuk ke lubang penimbunan harus lebih dahulu dipilah dengan melibatkan pemulung.
Sampah organik seperti dedaunan hasil pilahan pemulung nanti tetap akan dibeli sebagai bahan baku pupuk kompos. Adapun sisa barang-barang bekas seperti plastik yang tidak terpakai akan dimasukkan ke lubang pembuangan.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pemulung-tpa-pati-diajak-bekerja-bakti/