Sabtu, 25 Maret 2017

Peresmian Pabrik Semen Rembang Ditunda Tunggu Hasil Kajian Lingkungan

SEMARANG – Peresmian sekaligus pengoperasian pabrik semen Rembang milik PT Semen Indonesia yang sedianya dilaksanakan April depan, akhirnya ditunda. Peresmian diputuskan menunggu hasil Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Hal ini merupakan kesepakatan pertemuan antara Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Teten Masduki, Kementerian BUMN, dan PT Semen Indonesia, Senin (20/3).
Hasil pertemuan itu disampaikan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kepada wartawan, Kamis (23/3) malam. Hasil pertemuan lain, lanjut Ganjar, PT Semen Indonesia akan melakukan pendekatan kepada masyarakat di sekitar pabrik. PT Semen Indonesia juga akan melakukan perbaikan jalan serta pertanian. ‘’Disepakati, pengoperasian pabrik dan peresmian ditunda sementara sampai KLHS selesai,” kata Ganjar. Ganjar menghormati .eputusan tersebut. Ia tak mempermasalahkan dan justru menilai hal itu sebagai keputusan bijaksana.
Meski sesuai ketentuan UU, Gubernur seharusnya yang berwenang mengeluarkan izin. Izin telah dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 660.1/6/2017 tanggal 23 Februari 2017. ”Terkait izin lingkungan, tidak ada intervensi oleh presiden. Saling menghormati. Karena institusi perizinan ada di kementerian dan kemudian dari UU memang di kami (gubernur). Jadi tidak keliru. Tinggal koordinasi,” lanjutnya.
Tak Berpengaruh
Jika hasil KLHS sudah ada, akan dilakukan rakor antara Menteri LHK, Menteri BUMN, dan Gubernur Ganjar Pranowo. Sesuai rencana, KLHS akan selesai pada akhir Maret ini. Ganjar meminta semua pihak menghormati dan menunggu KLHS. Ganjar juga menyampaikan rasa prihatin atas meninggalnya salah satu warga penolak keberadaan pabrik semen yang mengecor kaki dengan semen saat berunjuk rasa di Jakarta.
Harapannya, tak ada lagi protes yang dilakukan dengan cara menyakiti tubuh sendiri. Sekretaris PT Semen Indonesia Tbk, Agung Wiharto, membenarkan aktivitas penambangan ditunda untuk sementara. Pihaknya telah mengetahui hal tersebut dari Teten Masduki. Saat itu sudah ada penjelasan penambangan menunggu hasil KLHS. PT Semen Indonesia tak mempersoalkan penundaan tersebut, meski semua persyaratan telah terpenuhi. PT Semen Indonesia telah mengantongi izin lingkungan, operasional, maupun penambangan. Saat ini, PT Semen Indonesia telah menyelesaikan pembangunan pabrik. ‘’Kami belum menambang. Tapi saat ini percobaan untuk mesin-mesinnya. Bahan diambil dari Tuban. Kalau percobaan kan tidak masalah,” kata Agung.
Penundaan operasional pabrik, lanjutnya, tak berpengaruh signifikan pada perusahaan. Masih sesuai perencanaan. Tahun pertama operasional diperkirakan hanya mampu mencapai sekitar 60 persen dari target produksi tiga juta ton. Namun, mengingat saat ini sudah menginjak akhir Maret, maka produksi tidak akan setahun penuh. Misal produksi nantinya dimulai pada Juni hingga Desember, tahun 2017 bisa menghasilkan 750 ribu ton.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/peresmian-pabrik-semen-rembang-ditunda/