Senin, 20 Maret 2017

Persikaba Tak Akan Gunakan Pelatih Luar Blora

BLORA – Meski sejumlah pelatih luar Blora telah menyatakan minatnya mengarsiteki Persikaba, namun tidak membuat pengurus Persikaba tertarik. Mereka tetap berkomitmen menggunakan pelatil lokal Blora.
Selain alasan minimnya dana, kualitas pelatih lokal Blora tidak kalah dengan pelatih luar daerah. ”Kami belum terpikir untuk merekrut pelatih luar daerah.
Pelatih lokal Blora sudah cukup,” tegas Ketua Umum Persikaba, Agus Puryanto, kemarin. Pelatih luar daerah yang berminat melatih Persikaba diantaranya Hasan Magribi dan Putut Wijarnarko.
Keduanya berasal dari Jawa Timur. Saat ini Persikaba yang disiapkan berlaga di kompetisi Liga 3 (Liga Nusantara) dilatih Yusuf Supriyanto.
Dia tahun lalu menjadi asisten pelatih ketika Persikaba dilatih Putut Wijanarko. Bahkan Yusuf Supriyanto pernah didaulat mengarsiteki Laskar Arya Penangsang, julukan Persikaba, ketika kursi kepelatihan ditinggalkan pelatih Siswanto di tahun 2014.
Di jajaran tim pelatih Persikaba tahun ini, Yusuf Supriyanto didampingi asisten pelatih Sukirno Bagong serta asisten pelatih kiper Tulus Sapmoko. Ketua Umum Persikaba Agus Puryanto menegaskan, daripada merekrut pelatih luar, pihaknya lebih memilih mendatangkan pemain luar Blora.
Agus menyebutkan, seiring perubahan regulasi Liga 3 yang memperbolehkan setiap tim diperkuat maksimal tiga pemain senior usia dibawah 30 tahun, pihaknya memanggil tiga pemain senior lokal yang tahun lalu memperkuat Persikaba.
Ketiganya adalah kapten Andri Mulyono Jati, Dwi Susilo dan Deni Mulyono. Meski begitu, tetap saja jumlah pemain Persikaba masih belum ideal, baru 15 orang pemain.
Persikaba berencana mendatangkan pemain luar Blora untuk mengisi posisi penjaga gawang, bek sayap kanan dan striker. Selain untuk operasional tim, sebagian dana yang ada akan digunakan untuk gaji pemain.
Optimalkan Pemain
”Lantaran anggaran yang minim, kami optimalkan saja potensi pemain dan pelatih lokal Blora. Kalaupun masih kurang, kami membuka pintu untuk merekrut pemain luar daerah,” ujar Agus Puryanto.
Pemkab Blora tahun ini mengalokasikan anggaran untuk pembinaan sepak bola di Blora sebesar Rp 500 juta. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp 700 juta.
Selain untuk Persikaba, dana yang dialokasikan dalam APBD tersebut digunakan oleh Askab PSSI Blora untuk menggelar kompetisi lokal sekaligus membiayai keikutsertaan tim Blora di kompetisi Piala Soeratin 2017.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/persikaba-tak-akan-gunakan-pelatih-luar-blora/