Rabu, 05 April 2017

Memopulerkan Wisata Tubing GAYA MUDA

BATU dan jeram, ditambah dinding tembok jurang di kedua sisi menjadi magnet wisata baru di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Penggemar wisata ekstrem memadati Desa Jurang sepanjang Sabtu dan Minggu, akhir pekan lalu. Mereka memacu adrenalin dengan tubing, kegiatan arung jeram dengan berbekal ban dalam sebagai pelampung.
Butuh sekitar satu hingga dua jam untuk melahap rute sejauh sekitar 4 kilometer. Tak hanya muda-mudi, sejumlah orang tua juga penasaran dengan wisata baru yang digerakkan anggota Karang Taruna Desa Jurang itu.
Tak sedikit yang terluka setelah terjatuh dari ban. Yuli Setiawan (50) misalnya. Warga Desa Demaan, Kecamatan Kudus Kota ini mencoba tubing di Sungai Gelis bersama lima anggota keluarganya.
Ia terjatuh saat mencoba menyelamatkan kakaknya yang juga terjatuh. Namun, aksi heroik itu justru memberi ìkenang-kenanganî luka di kedua kakinya.”Risiko tubing memang seperti ini.
Tapi justru ini yang menyenangkan dan membuat ketagihan. Lain waktu saya akan ajak lagi keluarga ke sini,î kata Yuli. Luka-luka yang dialami Yuli terobati oleh keindahan pemandangan di sepanjang rute tubing.
ìTembok tebing di kedua sisinya sangat indah. Saya sudah pernah ke Elo dan Gua Pindul. Dibanding keduanya, di sini (Jurang ñ Red), bisa dikatakan lebih bagus dan menantang.”
Hal senada diungkapkan Pia. Peempuan pehobi olahraga arung jeram ini mengaku ketagihan mencoba lagi tubing di Jurang. ìSayang sekali baru ditemukan saat ini.
Seharusnya tubing di Desa Jurang bisa dikemas lebih menarik lagi, melibatkan pemerintah setempat.” Ketua Karang Taruna Desa Jurang, Wahyul Huda (29) mengatakan, wisata tubing di Desa Jurang digagas pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna.
Ketika struktur organisasi yang baru terbentuk, pihaknya menggali potensi yang ada di desa. ”Program pemberdayaan sudah banyak yang melakukan. Ketika melihat desa kami punya sungai, kami pun menggarapnya.” Wisata tubing mulai dirintis sebulan lalu.
Mereka berkali-kali mencoba tubing untuk memastikan keamanan di sepanjang rute. Baru Sabtu dan Minggu (1-2/4) lalu, pihaknya membukanya untuk wisatawan.
”Kami harus memastikan rute ini aman. Ranting dan sampah-sampah di sepanjang sungai kami bersihkan. Persoalan sampah masih menjadi kendala utama kami,î kata Wahyul.
Masih rendahnya kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke sungai menjadi tantangan terberat kelompok pemuda Karang Taruna.
Selain warga di sepanjang aliran sungai, tak sedikit pengendara bermotor yang kedapatan membuang sampah terbungkus plastik ke sungai.
”Sampah rumah tangga, hingga pampers masih sering kami temui. Kami berencana memasang jaring agar sampah tidak jatuh ke sungai. Sudah kami koordinasikan dengan pemerintah desa,î katanya.
Persoalan Klasik
Persoalan pendanaan klasik. Wahyul menuturkan, para anggota Karang Taruna harus patungan untuk membeli perlengkapan ban dalam, jaket pelampung, dan helm. ”Dari patungan terkumpul Rp 3 juta untuk membeli perlengkapan standar keamanan.
Kami juga mendapat pemasukan dari tiket pengunjung.” Karena keterbatasan peralatan, pengunjung harus menunggu hingga rombongan pertama finish dan kembali ke basecamp.
ìKarena keterbatasan peralatan, setiap rombongan hanya bisa membawa lima hingga enam pengunjung.
Mereka ditemani tiga guide,î katanya. Wahyul dan kelompoknya juga telah memikirkan dokumentasi para peserta. Dua fotografer diterjunkan di sejumlah titik untuk memotret aksi pengunjung.
Untuk mengembangkan potensi wisata ekstrem itu, Wahyul dan rekan-rekannya terus berburu sumber pendanaan baru. Salah satunya dengan merayu pihak desa untuk mengalokasikan dana desa untuk pengembangkan potensi wisata Desa Jurang.
”Banyak pengunjung yang kemudian berminat untuk berinvestasi.” Peran desa juga penting untuk menjaga sepanjang rute tetap alami.
Pasalnya, di sejumlah titik rute tersebut kini marak penambangan batu dan pasir yang dikelola warga. ”Penambangan ini sebenarnya liar, tapi kami tak berani mengusik karena ini berkaitan dengan perut warga. Kami berharap ke depan ada solusinya.”

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/memopulerkan-wisata-tubing/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar