Jumat, 28 April 2017

Tiga Bulan Berlubang, Jembatan Ini Masih Belum Ditindaklanjuti Dinas Terkait

PATI – Jembatan pada jalan penghubung antara Desa Baturejo dan Wotan di Kecamatan Sukolilo, Pati berlubang. Lebar lubangnya mencapai 1,5 meter hingga terlihat sungai di bagian bawah jembatan.
Kondisi ini, membahayakan pengguna jalan yang melintas. Lantaran sewaktu-waktu bisa menimbulkan kecelakaan apabila pengendara lengah. Oleh pemerintah desa setempat, lubang jembatan itu, diberi batu padas sebagai penandanya.
Dari pantauan di lapangan kemarin, intensitas kendaraan yang lewat tidak begitu banyak. Hanya ada beberapa kendaraan roda dua dan empat yang nekat melintasinya.
Jhoni warga Desa Baturejo mengatakan, jalan penghubung Desa Baturejo dan Wotan kondisinya memperihatikan, jalannya berlubang. Hal ini sudah terjadi sejak tiga bulan yang lalu. Jalan berlubang tersebutsangat membahayakan.
”Jalan penghubung itu berlubang, karena tanah di bawahnya terkikis oleh air. Sehingga air di bawahnya sampai kelihatan. Tidak jarang warga yang melintas berhenti untuk melihatnya. Bahkan pada Februari kemarin, airnya dibawahnya meluap dan masuk ke pemukiman warga. Seperti di Dukuh Ronggo kemarin dapat kiriman banjir bandang karena jalan yang amblong tersebut,” bebernya.
Sementara ini, pemerintah desa setempat sudah mengukur kerusakan jalan. Bahkan kemarin juga ada pihak dinasyang datang ke lokasi. Selain itu, di sisi selatan jalan ada pondasi buk yang bawahnya juga sudah berlubang.”Pondasi buk juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Mungkin kalau ada banjir besar lagi, bisa ambrol lebih parah,” terangnya.
Meski kondisi jalan berlubang, namun pada sisi bagian utara masih bisa digunakan. Tidak sedikit motor dan mobil yang masih berani melintas bahu jalan tersebut. Pengendara yang melintas di jalan tersebut biasanya mengurangi kecepatannya.
Sementara itu, Nur Subiyakto, kepala Desa Baturejo mengatakan, jalan tersebut sudah pernah disurvey oleh dinas terkait. Dari dinas terkait belum memberi kabar tentang perbaikan jalan tersebut. Dikhawatirkan rusaknya melebar ke bahu jalan yang utara.
”Sementara ini desa baru memberi tanda jalan yang rusak menggunakan batu padas. Material itu, berasal dari PAD desa setempat,” ungkapnya. 


Sumber Berita : https://www.patikab.go.id/v2/id/2017/04/27/tiga-bulan-berlubang-jembatan-ini-masih-belum-diti/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar