Kamis, 22 Juni 2017

Belasan Preman dan Anak Punk Diciduk

PURWODADI – Ada 14 orang yang diduga preman dan gelandangan terjaring Operasi Ramadniya Candi 2017 oleh Satuan Sabhara Polres Grbobogan kemarin. Mereka berada di beberapa lokasi di Kota Purwodadi.
Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir mengatakan, sekitar pukul 12.30 hingga pukul 14.00 melakukan penyisiran. Di antaranya di Terminal Angkutan Kota, Pasar Induk Purwodadi, eks Koplak Dokar, dan Terminal Induk Purwodadi.
Sejumlah preman dan pengamen berusaha menolak saat diamankan petugas. Mereka membantah menganggu kenyamanan masyarakat. Bahkan, petugas mendapati sekelompok anak punk yang bergerombol. Mereka akhirnya digiring dan dinaikkan ke kendaraan polisi.
“Kali ini sasarannya fokus kepada gepeng, premanisme, pengamen, dan anak punk. Kali ini kami berhasil membawa 14 orang. Meski sempat adanya perlawanan, namun kami berhasil membawa semuanya,” paparnya.
Petugas berhasil membawa barang bukti sejumlah uang, sabuk, kalung, tindik, gelang, gitar, korek, gantungan keris, dan kentrung. “Tentunya adanya ini guna menekan terjadinya gangguan keamanan dan menjaga ketertiban masyarakat selama Ramadan ini,” jelasnya.
Petugas juga memberikan pembinaan sekaligus menulis surat pernyataan. Bahkan diupayakan mendatangkan orang tua , kemudian diteruskan ke Departemen Sosial.
“Bagi orang tua yang datang langsung dipulangkan, tapi kalau belum mereka diberikan bimbingan. Rata-rata mereka berasal dari Grobogan, namun ada beberapa dari Bojonegoro, bahkan Cikampek. Mereka juga bekerja sebagai pengamen,” ujarnya.

Sumber Berita : http://radarkudus.jawapos.com/read/2017/06/21/3915/belasan-preman-dan-anak-punk-diciduk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar