Kamis, 10 Mei 2018

PG GMM Bulog Giling Perdana Tebu Rakyat

BLORA - Pabrik gula (PG) milik PT GMM Bulog di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Rabu (9/5), menggelar prosesi selamatan giling perdana tebu rakyat musim giling 2018. Prosesi yang dihelat cukup meriah itu, dengan harapan proses giling diberikan kelancaran dan keselamatan, juga para petani, karyawan pabrik, dan masyarakat sekitar.
 
Direktur Utama (Dirut) PT. GMM Bulog Rachmat Pambudy menjelaskan, pelaksanaan selamatan giling ini untuk mengawali musim giling PT Gendhis Multi Manis (PT GMM Bulog) 2018.  Menurutnya, musim giling tahun kemarin, PG menggiling tebu 408. 870 ton, dan menghasilkan gula putih kristal (GPK) 31. 550 ton selama 150 hari giling.
 
Dari hasil itu, lanjutnya, PT GMM Bulog melampaui kinerja di tahun-tahun sebelumnya. Juga di tahun yang sama (2017) rendemen GMM  tertinggi di Jawa Tengah dan DIY. "Tekat kami, tahun ini adalah tahun/musim berprestasi, tentu kinerjanya harus lebih bahus," papar Rachmat Pambudy. 
 
Maka untuk memotivasi karyawan dan petani, katanya, manajemen mengusung slogan "tiada hari tanpa perbaikan (GMM Improvement Everyday). Menurutnya, PT GMM Bulog sangat yakin pada tahun prestasi ini bisa merealisailsi target 630.000 ton giling tebu.  "Tujuan utama kami, petani tambah gembira jika bisa mencapai rendemen 10 persen. Tentu untuk merealisasinya, karyawan harus kerja keras dan kerja cerdas," tambah Dirut PT GMM Bulog.
 
Inovasi dan Teknologi
 
Selain itu, Rachmat juga mengajak kepada seluruh petani tebu untuk terus meningkatkan produksi tebunya, diiringi inovasi-inovasi seperti pemupukan, bibit tebu, pemeliharaan, pemanenan, dan teknologi. "Kami yakin jika upaya tersebut dilakukan, kita bisa menghasilkan tebu berkualitas dan terbaik di Indonesia, bahkan dunia,” harapnya.
 
Sementara itu Bupati Blora H. Djoko Nugroho, menaruh kepercayaaan pada Rachmat Pambudy hadir di Blora sebagai harapan baru petani.  “Tidak hanya dari Pemkab, tapi petani Blora harus bisa meningkatkan kesejahterannya,” jelasnya.
 
Bupati juga menyatakan optimismenya dengan kemajuan PG, karena tekat Rachmad Pambudy dengan rendemen sampai angka 10 itu adalah hal yang luar biasa.  "Ini dinamakan pabrik gula yang berdaya saing tinggi," tandas Bupati Blora.
 
PG ini berdiri, lanjutnya, tidak hanya untuk swsembada gula, tapi yang utama adalah untuk kesejahteraan petani. "Mudah-mudahan, dengan hadirnya Pak Budi Waseso menjadi Dirut di Perum Bulog akan menambah kejayaan petani di Indonesia ini,” kata Bupati Djoko Nugroho.
 
Terpisah  Corporate Secretary PT GMM Bulog Doddy S. Soerachman mengungkapkan, giling tahun 2018 ini menargetkan rendemen diangka sekitar 10.  Jika target ini berhasil, dia yakin kegualan Indonesia akan menjadi industri yang bisa diandalkan secara nasional. Jadi dengan menetapkan 10 persen, artinya setiap satu kuintal tebu dapat 10 kg gula. 
 
Menurut Doddy, dulu satu kuintal tebu, hanya dapat 7,7 kg. Maka tahun ini lebih 2,3 menjadi 10 kg.  Dengan naiknya angka 2,3 itu, nilainya sangat siqnifikan, petani akan tetap memperoleh harga baik, dan pabrik memperoleh rendemen yang baik pula.
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

close
Banner iklan disini