Kegiatan yang sudah dimulai pada
pertengahan tahun 2016 ini, mendapat proyek pengelolaan 3 R (Reduce,
Reuse, Recycle) dari pemerintah pusat, sumber dana adalah APBN tahun
2016 lewat kantor Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah.
Bantuan itu berupa sarana bangunan dan
prasarana mesin cacah, ayak dan mendapatkan 2 unit kendaraan Tossa roda
3. Adapun tujuan dibangunnya proyek ini adalah membantu Pemda dalam
mengatasi permasalahan sampah, khususnya di desa Sarirejo.
Perlu diketahui setelah proyek selesai,
pengelolaan diserahkan kepada KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat), sebagai
ketuanya adalah Sersan Mayor Mustofa Babinsa koramil 01/Pati Kota.
“Program ini adalah berbasis
masyarakat atau memerlukan peran serta masyarakat untuk iuran membayar
sampah untuk urat nadi program ini jadi dari ksm menyiapkan tempat
sampah di masing masing rumah untuk diambil oleh petugas setiap hari”, jelas Serma Mustopa.
Jadi warga tinggal bayar iuran untuk
operasional KSM. KSM menyiapkan 2 tempat sampah untuk masing masing
warga untuk .memilah sampah organik dan anorganik, sampah organik
dikelola jadi pupuk organik dan anorganik bisa didaur ulang atau jadi
rosok untuk nambah penghasilan petugas.
Bahan yang disiapkan, sampah organik, cairan EM4, been/ bak beton, blung besar/200 L, gembor, garuk besi, papan tebal 20 cm.
Adapun cara mengolahnya adalah, sampah
dicacah kemudian dimasukkan ke been setebal 20 cm, disiram cairan
bakteri dengan rata. Setiap tiga hari sekali dibalik supaya tidak panas.
Setelah berumur dua minggu siap dijual untuk digunakan sebagai pupuk.
Salah satu warga masyarakat Desa
Sarirejo, Mardi, menyambut baik adanya kegiatan pengolahan sampah
menjadi pupuk organik oleh kelompok KSM.
“Manfaat dari kegiatan ini masyarakat tidak perlu membuang sampah karena bisa bermanfaat”, kata Mardi.Sumber Berita : http://www.patinews.com/warga-desa-sarirejo-olah-sampah-jadi-pupuk-organik/






