BLORA – Pasokan gas ke
central processing plan (CPP) Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan
Kradenan, Blora, akan ditambah. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP)
Asset 4 Field Cepu akan melakukan pemboran sumur North Kedungtuban (NKT)
01 TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban.
Gas yang dihasilkan dari sumur tersebut
nantinya bakal diolah di CPP untuk menambah pasokan gas ke Pembangkit
Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambaklorok, Semarang.
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field
Cepu Agus Amperiantomengemukakan, pasokangas dari CPP melalui pipa ke
PLTGU Tambaklorok Semarang semestinya sebesar 50 juta kaki kubik per
hari (MMSCFD).
Namun selama ini gas yang diolah di CPP dan kemudian dipasok ke PLTGU baru mencapai 40-42 MMSCFD.
‘’Kami upayakan penambahan pasokan gas
ke CPP dan selanjutnya didistribusikan ke PLTGU Tambaklorok. Pasokan gas
itu berasal dari produksi sumur NKT 01 TW yang akan segera kami bor
tahun ini,’’ ujar Agus Amperianto, kemarin.
Sumur NKT 01 TW diperkirakan sudah akan
menghasilkan gas pada September-Oktober. Agus Amperianto yang pernah
menjabat manajer humas Pertamina EP Pusat mengungkapkan, potensi gas di
sumur NKT 01 TW diperkirakan mencapai 20 MMSCFD.
Menurutnya, kapasitas pengolahan gas di
CPP sebesar 70 MMSCFD. Sehingga, kata Agus, CPP di Desa Sumber akan bisa
menampung dan mengolah tambahan pasokan gas dari sumur NKT 01 TW.
‘’Selama ini gas yang diolah di CPP
berkisar 40-42 MMSCFD, padahal kapasitas CPP mencapai 70 MMSCFD,’’
tandasnya. Pasokan gas dari CPP Blok Gundih ke PLTGU Tambaklorok telah
dilakukan sejak Juli 2011.
Gas yang digunakan sebagai bahan bakar
pembangkit listrik tersebut dialirkan melalui pipa yang ditanam di tanah
dari Blora hingga Semarang.
Namun, lantaran jumlah gas yang dipasok
dari Blora masih kurang, PLTGU mendapatkan pula pasokan gas dari sumur
Kepodang yang berada di lepas pantai Utara Jawa Tengah.
Selain untuk bahan bakar PLTGU
Tambaklorok, gas dari CPP Blok Gundih juga dipakai untuk program
jaringan gas (jargas) rumah tangga yang dikelola Perusahaan Gas Negara
(PGN). Jargas tersebut antara lain berada di Kota Semarang dan Blora.
Namun, jumlah gas yang dialirkan ke rumah-rumah warga itu masih sangat
sedikit.
Agus Amperianto mengharapkan tambahan
sambungan rumah (SR) program jargas di Blora bisa segera direalisasikan.
‘’Blora mendapat jatah 4.000 SR, namun yang sudah beroperasi baru
sekitar 500 SR lebih.
Karena jumlah rumah tangga yang
menggunakan gas jargas itu masih sedikit, pasokan gasnya juga sedikit.
Padahal gas yang kami produksi masih mencukupi jika digunakan untuk
menambah jargas,’’ ujarnya.Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pasokan-gas-cpp-gundih-akan-ditambah/



.jpg)

