Cari Blog Ini

Selasa, 07 Maret 2017

Pasokan Gas CPP Gundih Akan Ditambah Bisa untuk Suplay Jargas Rumah Tangga







BLORA – Pasokan gas ke central processing plan (CPP) Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, akan ditambah. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu akan melakukan pemboran sumur North Kedungtuban (NKT) 01 TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban.
Gas yang dihasilkan dari sumur tersebut nantinya bakal diolah di CPP untuk menambah pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambaklorok, Semarang.
Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Agus Amperiantomengemukakan, pasokangas dari CPP melalui pipa ke PLTGU Tambaklorok Semarang semestinya sebesar 50 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Namun selama ini gas yang diolah di CPP dan kemudian dipasok ke PLTGU baru mencapai 40-42 MMSCFD.
‘’Kami upayakan penambahan pasokan gas ke CPP dan selanjutnya didistribusikan ke PLTGU Tambaklorok. Pasokan gas itu berasal dari produksi sumur NKT 01 TW yang akan segera kami bor tahun ini,’’ ujar Agus Amperianto, kemarin.
Sumur NKT 01 TW diperkirakan sudah akan menghasilkan gas pada September-Oktober. Agus Amperianto yang pernah menjabat manajer humas Pertamina EP Pusat mengungkapkan, potensi gas di sumur NKT 01 TW diperkirakan mencapai 20 MMSCFD.
Menurutnya, kapasitas pengolahan gas di CPP sebesar 70 MMSCFD. Sehingga, kata Agus, CPP di Desa Sumber akan bisa menampung dan mengolah tambahan pasokan gas dari sumur NKT 01 TW.
‘’Selama ini gas yang diolah di CPP berkisar 40-42 MMSCFD, padahal kapasitas CPP mencapai 70 MMSCFD,’’ tandasnya. Pasokan gas dari CPP Blok Gundih ke PLTGU Tambaklorok telah dilakukan sejak Juli 2011.
Gas yang digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tersebut dialirkan melalui pipa yang ditanam di tanah dari Blora hingga Semarang.
Namun, lantaran jumlah gas yang dipasok dari Blora masih kurang, PLTGU mendapatkan pula pasokan gas dari sumur Kepodang yang berada di lepas pantai Utara Jawa Tengah.
Selain untuk bahan bakar PLTGU Tambaklorok, gas dari CPP Blok Gundih juga dipakai untuk program jaringan gas (jargas) rumah tangga yang dikelola Perusahaan Gas Negara (PGN). Jargas tersebut antara lain berada di Kota Semarang dan Blora. Namun, jumlah gas yang dialirkan ke rumah-rumah warga itu masih sangat sedikit.
Agus Amperianto mengharapkan tambahan sambungan rumah (SR) program jargas di Blora bisa segera direalisasikan. ‘’Blora mendapat jatah 4.000 SR, namun yang sudah beroperasi baru sekitar 500 SR lebih.
Karena jumlah rumah tangga yang menggunakan gas jargas itu masih sedikit, pasokan gasnya juga sedikit. Padahal gas yang kami produksi masih mencukupi jika digunakan untuk menambah jargas,’’ ujarnya.

Sumber Berita : http://berita.suaramerdeka.com/smcetak/pasokan-gas-cpp-gundih-akan-ditambah/