Cari Blog Ini

Rabu, 31 Januari 2018

Wisata Rahtawu Berbasis Pelestarian Alam

GEBOG- Potensi wisata di lereng Pegunungan Rahtawu, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog dipastikan akan dikembangkan dengan tetap mempertimbangkan aspek kelestarian alamnya.
Pengembangan dimulai sejak 2017 melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat akan terus dilanjutkan pada masa mendatang.
Menurut Ketua BUMDes Pengembangan Pariwisata Desa Rahtawu Agung Darmono, Selasa (30/1), penataan awal dimodali Rp 200 juta dan tahun ini dianggarkan alokasi pengembangan lagi sebesar Rp 100 juta.
Beberapa objek akan menjadi sasaran pengembangan objek wisata. ”Salah satunya pengelolaan wisata Air Terjun Kalibanteng,” tuturnya. Sebelumnya, tempat tersebut sudah dikelola warga sekitar.
Selanjutnya, melalui BUMDes dilakukan pembenahan di beberapa titik, salah satunya pembuatan jalan menuju ke bukit. ”Untuk menuju ke tempat itu dibuatkan tangga dan pagar agar tidak licin,” paparnya.
Rasa Aman
Bila segala sesuatunya sudah siap, tiket masuk ke tempat tersebut sebesar Rp 5 ribu dan parkir Rp 3 ribu. Sebelumnya, tiket masukan ditarik Rp 3 ribu. Tahap pembenahan menunggu dana cair.
”Diperkirakan dana sudah cair pada bulan Februari sehingga Maret atau April sudah dapat dikerjakan,” ungkapnya. Objek lainnya yang akan dikembangkan yakni Air Terjun Kertomo dan rest area seluas sekitar tiga ribu meter persegi di Dukuh Krajan.
Selain pengelolaan kawasan, lengkap dengan berbagai kelengkapannya, personel untuk pengamanan dan keselamatan wisata pun disiapkan. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.
Disinggung soal status kawasan lindung, menurutnya, tidak ada masalah. Secara prinsip, segala sesuatunya tetap harus menjaga kelestarian alam baik pengelolaan dan juga pengunjungnya, termasuk larangan menebang pohon sembarangan.
”Yang dinikmati pengunjung adalah keasrian alam, jadi harus secara bersamasama dijaga kelestariannya,” paparnya. Kasi Pelaksana Evaluasi dan Pelaporan (PEP) Desa Rahtawu Sugiyanto menambahkan, pengelolaan objek wisata di wilayah tersebut memang dalam upaya mengoptimalkan potensi kawasan.
Menurutnya, Pegunungan Rahtawu dengan berbagai pesona alam di sekitarnya sangat potensial untuk dijadikan objek wisata.


Sumber Berita :  http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/30709/Wisata-Rahtawu-Berbasis-Pelestarian-Alam