Cari Blog Ini

Kamis, 01 Februari 2018

Manfaat Waduk Randugunting untuk 3 Kabupaten

BLORA – Pembangunan waduk (bendung) terbesar di Blora mulai disosialisasikan. Proyek nasional yang membutukan lahan sekitar 245 hektar itu, berlokasi di Desa Kalinanas dan Gaplokan, Kecamatan Japah, Blora, diproyeksikan rampung tahun 2020.
“Targetnya bisa menampung 10,40 juta meter kubik air, dan pembanguan fisik akan rampung pada 2020,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Sam Gautama Karnajaya, Rabu (30/1),  
Menurutnya,  Bendung Randugunting sudah dalam perencaaan matang, dan proyek itu ditangani  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA).
 “Kemarin di kantror Kecamatan Japah, Pemkab sudah mulai melaksanakan sosialisasi tentang pengadaan tanah,” tambah mantan Kepala Bappeda Blora itu.
Sam Gautama menjelaskan, perencanaan dan pembebasan tanah milik Perhutani dimulai tahun ini, disusul tanah milik warga yang diawali dengan sosialisasi oleh Wakil Bupati Arief Rohman dihadiri sejumlah pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Untuk fisik bendungan, lanjutnya, memang berada di Kabupaten Blora, namun manfaat terbesar untuk meningkatkan (pengairan) pertanian ada di Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Pati.
“Jika Bendung Randugunting jadi, nantinya manfaat terbesar untuk Rembang, dan Pati, tapi Blora juga mendapat banyak keuntungan,” kata Kepala DPURR setempat, Sam Gautama Karnajaya.
65 Bendungan
Keuntungan untuk Blora, lanjutnya, tidak hanya dari sektor wisata, tetapi juga bahan baku air bersih untuk masyarakat luas yang nantinya dikelola pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Hadir dalam acara sosialisasi pembebasan tanah di aula Kecamatan Japah, Kabid Pertahanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi Jateng Endro Hudiyono, Sekda Blora H. Bondan Sukarno, tim BBWS Pemali Juana, dan warga Desa Gaplokan dan Kalinanas.
Menurut Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Pemali Juana Dwi Cahyo Handono Setyawan, waduk itu membutuhkan lahan seluas 241,428 hektar mampu menampung air 10,40 Juta m?3;.
Sebagian besar air, lanjunya, mengalir ke Rembang dan Pati, karena geografis Blora lebih tinggi dari waduk. Namun, lanjutnya lagi,  warga Blora, tetap akan terpenuhi kebutuhan air sekitar 150 liter/detik.
Wabup Blora Arief Rohman mengatakan, Pemkab mendukung pembangunan Bendung Randugunting, sekaligus merealisasi program PresidenJoko Widodo dengan pembangunan 65 bendungan se-Indonesia, salah satun di Blora.
“Pemkab mendukung proyek besar ini, dan minta pada warga ikut mensukseskan pembagnuan Bendung Randugunting,” kata Wabup Arief Rohman mewakili Bupati H. Djoko Nugroho.


Sumber Berita :  http://www.wawasan.co/home/detail/2495/Manfaat-Waduk-Randugunting-untuk-3-Kabupaten