BLORA – Pembangunan waduk (bendung) terbesar di
Blora mulai disosialisasikan. Proyek nasional yang membutukan lahan
sekitar 245 hektar itu, berlokasi di Desa Kalinanas dan Gaplokan,
Kecamatan Japah, Blora, diproyeksikan rampung tahun 2020.
“Targetnya bisa menampung 10,40 juta meter kubik air, dan pembanguan
fisik akan rampung pada 2020,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Sam Gautama Karnajaya, Rabu
(30/1),
Menurutnya, Bendung Randugunting sudah dalam perencaaan matang, dan
proyek itu ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA).
“Kemarin di kantror Kecamatan Japah, Pemkab sudah mulai melaksanakan
sosialisasi tentang pengadaan tanah,” tambah mantan Kepala Bappeda
Blora itu.
Sam Gautama menjelaskan, perencanaan dan pembebasan tanah milik
Perhutani dimulai tahun ini, disusul tanah milik warga yang diawali
dengan sosialisasi oleh Wakil Bupati Arief Rohman dihadiri sejumlah
pejabat terkait dari Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Untuk fisik bendungan, lanjutnya, memang berada di Kabupaten Blora,
namun manfaat terbesar untuk meningkatkan (pengairan) pertanian ada di
Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Pati.
“Jika Bendung Randugunting jadi, nantinya manfaat terbesar untuk
Rembang, dan Pati, tapi Blora juga mendapat banyak keuntungan,” kata
Kepala DPURR setempat, Sam Gautama Karnajaya.
65 Bendungan
Keuntungan untuk Blora, lanjutnya, tidak hanya dari sektor wisata,
tetapi juga bahan baku air bersih untuk masyarakat luas yang nantinya
dikelola pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Hadir dalam acara sosialisasi pembebasan tanah di aula Kecamatan
Japah, Kabid Pertahanan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman
Provinsi Jateng Endro Hudiyono, Sekda Blora H. Bondan Sukarno, tim BBWS
Pemali Juana, dan warga Desa Gaplokan dan Kalinanas.
Menurut Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Pemali
Juana Dwi Cahyo Handono Setyawan, waduk itu membutuhkan lahan seluas
241,428 hektar mampu menampung air 10,40 Juta m?3;.
Sebagian besar air, lanjunya, mengalir ke Rembang dan Pati, karena
geografis Blora lebih tinggi dari waduk. Namun, lanjutnya lagi, warga
Blora, tetap akan terpenuhi kebutuhan air sekitar 150 liter/detik.
Wabup Blora Arief Rohman mengatakan, Pemkab mendukung pembangunan
Bendung Randugunting, sekaligus merealisasi program PresidenJoko Widodo
dengan pembangunan 65 bendungan se-Indonesia, salah satun di Blora.
“Pemkab mendukung proyek besar ini, dan minta pada warga ikut
mensukseskan pembagnuan Bendung Randugunting,” kata Wabup Arief Rohman
mewakili Bupati H. Djoko Nugroho.
Sumber Berita : http://www.wawasan.co/home/detail/2495/Manfaat-Waduk-Randugunting-untuk-3-Kabupaten



.jpg)

