Grobogan – Makin banyaknya temuan
fosil gigi hiu makin menguatkan dugaan jika di wilayah Banjarejo dulunya
berupa lautan lalu berubah jadi daerah rawa dan daratan. Hal ini
diprediksi dari jenis fosil yang sudah berhasil ditemukan dalam kurun
waktu tiga tahun terakhir.
Sebelumnya, jenis hewan purba berdasarkan fosil yang ditemukan selama
ini berasal dari sekitar 12 spesies binatang. Antara lain, gajah,
badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, kerang, antelope,
menjangan, ikan laut termasuk hiu yang hidup diperairan dangkal.
Ahli Geologi dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP)
Sangiran Suwito Nugraha menyatakan, dari analisanya, kondisi alam di
kawasan Banjarejo dimungkinkan beralih dari lautan kemudian darat dan
laut lagi.
Dalam
survei dan ekskavasi yang sudah dilaksanakan dua tahun terakhir di
Banjarejo diketahui, fosil binatang yang ditemukan menunjukkan kondisi
lingkungan yang berasal dari daratan dan tepi pantai serta laut.
Lebih lanjut dijelaskan, lapisan tanah yang ditemukan di dalam tiga
kotak ekskavasi yang dibuka pada tahap penelitian berupa gamping
konglomeratan. Yakni tanah dengan campuan cangkang kerang, organisme
laut, pecahan batu dan lumpur karbonat.
Pada temuan di kotak ekskavasi penelitian juga ditemukan lapisan
tanah diduga dari laut dengan indikasi tanah berwarna biru dan tanah bau
anyir. “Bisa jadi dulunya kawasan ini semula berupa lautan lalu jadi
rawa dan daratan,” katanya saat melangsungkan penelitian di Banjarejo
akhir tahun 2017 lalu.
Sumber Berita : http://www.murianews.com/2018/01/31/136749/wilayah-banjarejo-grobogan-dulunya-ternyata-sebuah-lautan-ini-penjelasannya.html



.jpg)

