REMBANG, – Unit Layanan Pengadaan
(ULP) Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Rembang
sampai pekan pertama Mei ini sudah melakukan proses lelang terhadap 17
paket pekerjaan.
Dari jumlah tersebut, sebagian kecil sudah masuk masa kontrak dan
sebagian lainnya masih dalam masa sanggah. ULP terus mengupayakan agar
paket pekerjaan itu sebanyak-banyaknya bisa segera ditampilkan di laman
Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Rembang.
Kabag Administrasi Pembangunan yang juga Kepala ULP, Agus Iwan
Haswanto menyatakan, nilai 17 paket pekerjaan yang sudah dalam proses
lelang itu mencapai Rp 60 miliar. Secara total, paket pekerjaan yang
menggunakan anggaran APBD Induk 2018 mencapai hingga Rp 200 miliar.
Iwan menyebut, sejumlah proyek besar yang sudah hampir selesai proses
lelangnya di antaranya adalah peningkatan Jalan Pandangan-Sedan serta
Jalan Pamotan-Japerejo. Sebagian proyek lainnya bahkan sudah selesai
tanda tangan kontrak.
Untuk peningkatan Jalan Pandangan-Sedan dan Pamotan-Japerejo sudah
ada calon pemenang lelang. Saat ini sedang dalam masa sanggah dan jika
tidak ada penyanggah, tanda tangan kontrak segera bisa dilakukan.
“Paket lainnya masih dalam proses download dokumen oleh calon
rekanan, seperti pembangunan gedung layanan pasien stroke RSUD dr R
Soetrasno Rembang dan penataan eks Pasar Kawedanan Pamotan. Untuk
pengadaan tenaga outshorching dan pengadaan bibit cabai dan bawang
Dintanpan sudah tanda tangan kontrak,” terang Iwan, Selasa (8/5).
Menurut Iwan, pada APBD induk 2018 ULP harus melayani proses lelang
atas sekitar 120 paket pekerjaan. Secara umum, pada Mei ini ada sekitar
30 persen pekerjaan yang sudah dalam proses lelang.
Ditargetkan, pada semester pertama Juni mendatang ULP secara total
sudah melakukan lelang terhadap sekitar 60 persen paket pekerjaan.
Sumber Berita : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/83451/17-pekerjaan-masuk-tahap-akhir-lelang



