KBRN, Mataram : Federasi palang merah dunia bersama Palang
Merah Indonesia (PMI) pusat akan membuatkan hunian sementara (Selter)
bagi 5.500 bagi masyarakat korban gempa bumi Lombok Utara.
Hunian
sementara atau selter bagi masyarakat korban gempa bumi Lombok Utara
akan dibangunkan sehingga masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak.
“Pemerintah
bersama pihak – pihak terkait akan berupaya maksimal untuk memenuhi
kebutuhan perumahan bagi masyarakat korban gempa,” kata, Ketua Palang
Merah Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat Haji Ridwan Hidayat, Selasa
(28/8/2018).
Ia menyebutkan, program pembangunan
hunian sementara ini akan berjalan satu tahun disertai dengan pemberian
bantuan untuk hidup berupa uang tunai sebesar 900 ribu per kepala
keluarga
“Selain itu juga akan diberikan bantuan
permodalan sebesar 6 juta rupiah per kepala keluarga sebagai ikhtiar
untuk perbaikan ekonomi melalui berbagai bidang usaha,” tandasnya.
Menurut
Ridwan Hidayat, sasaran dari program ini sebanyak 20 ribu kepala
keluarga dari 80 ribu jiwa yang dilakukan asesment secara profesional.
Selain
membangun hunian sementara, PMI juga akan membangun masjid dan sekolah.
Pengurus besar PMI akan menangani seluruh proses pembangunan selter,
masjid dan sekolah.
Diharapkan dengan pembangunan ini aktifitas masyarakat akan pulih dan kehidupan masyarakat berjalan dinamis.
“Palang
merah fungsinya suporting atau akselerai maknanya membantu membeck up
pemerintah. Sekarang yang kita bina ada tiga desa di Lombok Utara antara
lain, Desa Dangiang, Gumantar dan Desa Santong,” paparnya.
“Kemudian di Lombok Timur ada Desa Obel – obel dan Desa belanting itu yang kita bina,” paparnya.
Sumber Berita : http://rri.co.id/post/berita/565650/nasional/palang_merah_dunia_bangun_selter_bagi_5500_korban_gempa_lombok_utara.html



.jpg)

