Jakarta, 18 Mei 2022
Pemerintah
menargetkan menurunkan angka kematian Jemaah haji menjadi 1 permil di
tahun ini, atau sekitar 1 kematian per 1.000 jemaah haji. Hal ini
disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Budi Sylvana, MARS saat
pembukaan Bimbingan Teknis Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH), di
Asrama Haji Pondok Gede (17/5).
Dalam kurun
waktu 15 tahun terakhir, lanjut Budi, nyaris tidak ada penurunan angka
kematian jamaah haji Indonesia yang signifikan, sebesar 2 per mil per
tahunnya. Dengan kuota jamaah sekitar 220 ribu maka sekitar 300-400
jamaah yang meninggal per tahunnya.
''Dua
penyakit penyebab kematian tertinggi adalah kardiovaskuler dan
respiratory disease. Namun ada faktor lain, kelelahan menjadi faktor
utama penyebab kematian Jemaah,'' Ujar Budi.
Untuk
itu pihaknya meminta khususnya bagi para petugas Kesehatan untuk
mengedepankan fungsi edukasi dan promotive, khususnya kepada Jamaah haji
yang sudah memiliki komorbid dan masuk sebagai Jamaah haji risiko
tinggi (risti).
''Dengan begitu kondisi fisik
mereka terjaga, sehingga mudah mudahan kondisi Kesehatan jamaah pun bisa
terjaga sampai nanti pulang ke tanah air,'' ucap Budi.
Petugas
Kesehatan haji telah dibekali dengan Rencana Operasional (Renops)
penyelenggaraan Kesehatan haji Tahun 2022 untuk menjalankan tugas di
tanah suci. Dimana dalam Renops, petugas Kesehatan dibagi menjadi tujuh
tim, yang terdiri dari Tim Surveilans, Emergency medical team, Tim
Promosi Kesehatan, Tim Mobile Bandara, Tim Sanitasi dan Food security,
Tim Logistik dan bekal Kesehatan, dan Tim Kantor Kesehatan Haji
Indonesia.
Renops merupakan petunjuk bagi
petugas dalam bekerja. Setiap tim sudah memiliki tugas, fungsi dan
tanggung jawab masing masing, dan keterkaitan antar tim kerja. Sehingga
tim dapat bekerja lebih optimal dalam rangka mencapai target tujuan
pelayanan kesehatan haji.
''Contoh untuk Renops
tim surveilans, day by day harus ada laporan audit kematian mulai dari
penyebab dan lain-lain sehingga dapat tergambar dengan baik, terlebih
saat mendekati critical period,'' tutupnya.
Arab
Saudi menetapkan kuota haji Indonesia tahun 2022 sebanyak 100.051
orang. Terdiri atas 92.825 kuota jamaah haji regular, 7.226 kuota jamaah
haji khusus dan 1.901 kuota petugas. Kloter pertama akan diberangkatkan
pada 4 Juni 2022 ke Madinah.
Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id


