Jakarta, 09/09/2022 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani
Indrawati mengatakan saat ini seluruh jajaran Kementerian Keuangan
sedang dihadapkan pada sebuah risiko dan tantangan yang semakin
kompleks, yaitu ketidakpastian global yang menciptakan volatilitas dan
gejolak, juga tingginya tensi geopolitik. Hal tersebut membuat cara
mengelola dan menjaga APBN menjadi sangat menantang.
“Ini keresahan yang harus dijawab oleh jajaran Kementerian Keuangan.
Tantangan yang besar, harapan dan cita-cita yang mulia dan tinggi, dan
kemampuan kita untuk merespon secara tepat, cepat, dan tetap good
governance. Tetap berdasarkan pada integritas, profesionalitas,
kompetensi kita, transparan. Semua tata kelola yang baik. Itu adalah
tugas kita,” ujar Menkeu dalam Pelantikan dan Pengukuhan Pejabat Eselon
II di Lingkungan Kementerian Keuangan bertempat di Gedung Juanda I,
Kementerian Keuangan, Jumat (09/09).
Setelah 2,5 tahun menghadapi pandemi, Menkeu menyampaikan bahwa
Kementerian Keuangan justru harus semakin meningkatkan kemampuan untuk
melindungi masyarakat, mendesain APBN atau keuangan negara sebagai shock
absorber.
“Tantangan yang dihadapi berubah secara cepat dan dinamis. Jajaran
Kementerian Keuangan tidak hanya sadar, tahu, paham, tetapi bisa
merumuskan dan merespon secara tepat waktu, tepat kualitas, dan efektif.
Itu sebuah tanggung jawab luar biasa. Karena yang dipertaruhkan adalah
rakyat Indonesia, ekonomi Indonesia,” kata Menkeu.
Untuk itu, Menkeu meminta seluruh jajaran untuk memperbaiki cara
bekerja di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi karena
masyarakat menitipkan kepercayaan kepada Kemenkeu untuk menjaga,
melindungi, dan memberikan solusi untuk berbagai permasalahan di
Indonesia.
“Jadi selamat bertugas kepada Anda semuanya. Semoga terus menjalankan
tanggung jawab ini dengan baik. Kerja sama adalah penting. Kemenkeu Satu
menjadi penting. Kolaborasi, sinergi, dan bahkan tour of duty itu
menjadi penting,” ujar Menkeu.
Sebagai informasi, Menkeu telah melantik 91 orang pejabat di lingkungan
Kementerian Keuangan. Adapun pejabat-pejabat tersebut terdiri dari
Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat
Fungsional Jenjang Ahli Utama, Pejabat Fungsional Jenjang Ahli Madya,
Pejabat Fungsional Jenjang Ahli Pertama, dan Pejabat pada organisasi Non
Eselon pada LPDP, LNSW, dan BPDLH.
Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Hadapi-Tantangan-Global-yang-Makin-Kompleks



.jpg)


