JAKARTA - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berdialog dengan 110
orang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Rumah
Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bampu Apus, Jakarta Timur, Selasa
(11/6). Mensos Risma mendengarkan keluhan dan kesulitan mereka sekaligus
menawarkan solusi agar mereka bisa menata kembali hidup untuk masa
depan. 216 orang korban TPPO dipulangkan dari Malaysia ke Indonesia, 88
orang diantaranya dipulangkan ke Kualanamu, Medan dan 129 orang
dipulangkan ke Jakarta. Para korban TPPO ini dipulangkan ke Indonesia
melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia.
“Jangan
mau dibohongi lagi. Tetap semangat, nanti bapak dan ibu akan kami
bantu,” kata Mensos Tri Rismaharini yang berdialog akrab dengan para
korban. Mensos menegaskan, Kementerian Sosial akan memberikan pelatihan
sesuai minat masing-masing kemudian membantu mereka membangun usaha
sendiri. Pelatihan tersebut dilakukan melalui program Pahlawan Ekonomi
Nusatara (PENA) atau pelatihan yang diadakan di sentra dan balai
Kemensos.
“Kalau
sudah berhasil mandiri, Bapak dan Ibu bisa kembali ke kampung halaman.
Tapi kalau berhasil, silakan mengikuti pelatihan di sini. Akan kami
bantu,” tegas Mensos Risma seraya menjelaskan berbagai pelatihan yang
bisa diikuti korban TPPO. Selain perbengkelan dan pertanian, tersedia
pula pelatihan komputer, memasak, membuat kue, menjahit dan sebagainya.
Peserta pelatihan juga akan mendapat bantuan berwirausaha sehingga
mereka bisa mandiri secara ekonomi.
Salah
seorang korban TPPO Esti Rosadiana (39) dari Pangandaran, Jawa Barat
merasa senang bisa bertemu dengan Mensos Risma. Esti sudah bekerja
sebagai tenaga kerja wanita (TKW) selama setahun di Malaysia, namun
mendapat kekerasan dari majikan dan gaji yang diberikan tidak sesuai
dengan yang dijanjikan. Esti kemudian kabur dan meminta perlindungan ke
KBRI di Kualalumpur Malaysia, selanjutnya dipulangkan ke Indonesia.
“Sangat senang bisa bertemu Ibu Menteri. Apalagi tadi Ibu banyak
memberikan dorongan semangat. Saya kapok, tidak mau lagi bekerja di luar
negeri. Lebih baik usaha kecil-kecilan sesuai saran Ibu Menteri,” kata
Esti dengan nada mantap.
Setelah
berdialog dengan Mensos Risma, para korban TPPO kemudian menjalani
asesmen lanjutan oleh beberapa asesor dari Kementerian Sosial. “Kami
asesmen satu per satu karena masalah dan kebutuhan yang dihadapi setiap
TPPO berbeda-beda,” kata Rachmat Koesnadi Direktur Rehabilitasi Sosial
Korban Bencana dan Kedaruratan.
Korban
TPPO yang ditangani Kemensos tersebut berasal dari 14 provinsi di
Indonesia, di antaranya Jawa Timur 32 orang, Jawa Barat (10), Nusa
Tenggara Barat (9), Jawa Tengah (8), dan lainnya dari Sumatera Utara,
Aceh, Jambi, Lampung, Riau, Banten, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi
Selatan, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.



.jpg)

