JAKARTA (28 November 2024)
– Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) arahkan fokus Kementerian
Sosial pada empat program prioritas. Program-program tersebut tentunya
seiring dengan Delapan Asta Cita yang menjadi program kerja Presiden
Probowo Subianto.
Keempat
fokus Kerja Prioritas tersebut ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan
dasar bagi 12 kelompok Pemerlu Atensi Sosial (12-PAS) yang menjadi
sasaran kerja Kemensos.
Prioritas
pertama yang menjadi perhatian Gus Ipul ialah integrasi menuju data
tunggal terpadu sosial ekonomi. Data tersebut merupakan integrasi dari
data-data Kementerian/Lembaga yang sudah ada selama ini, yaitu Data
Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian
Sosial, data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang dikelola oleh
Badan Pusat Statistik (BPS), dan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan
Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang dikelola oleh Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional. Pengelolaan data terpadu dalam skala
nasional tersebut akan dipimpin oleh BPS.
Gus Ipul mengutarakan integrasi ketiga data ini yang disertai dengan updating data
dinamis nantinya akan menjadi data rujukan yang bisa dimanfaatkan semua
Kementerian/Lembaga dan juga pemerintah daerah sesuai tugas dan
fungsinya masing-masing. Dengan adanya data terpadu tersebut, diharapkan
distribusi bansos akan lebih merata dan tepat sasaran.
"Pada
dasarnya ini sungguh membuat kerja kami lebih ringan, karena nanti data
yang digunakan sudah data tunggal. Ini dipergunakan oleh semua
kementerian, lembaga dan pemda. Bisa berbagi tugas, saya yakin hasilnya
akan lebih efektif," kata Gus Ipul menghadiri rapat bersama BP Taskin,
BPS, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian
Koperasi di Menara Danareksa pada Jumat (22/11/2024) lalu.
Prioritas
kedua ialah pembangunan Kampung Sejahtera Kemensos bagi masyarakat di
Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa
Barat yang sering menjadi korban banjir rob. Kampung Sejahtera yang
diberi nama Kampung Nelayan Sejahtera ini merupakan model kolaborasi
penanganan dampak bencana antara Kementerian Sosial dengan berbagai
pihak terkait antara lain Badan Amil Zakat Nasionall (Baznas), CSR
Pertamina, serta pemerintah daerah terkait.
Penataan
Regulasi Pelaksanaan Kesejahteraan Sosial menjadi program Kerja
Prioritas berikutnya. Masih banyaknya Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS)
yang tidak berizin dan melakukan penyelewengan menjadi salah satu
alasan Gus Mensos ingin memperkuat regulasi terkait. Selain standarisasi
LKS, penataan regulasi ini juga akan mencakup standarisasi Pengumpulan
Uang dan Barang (PUB) dan regulasi terkait disabilitas.
Penguatan
regulasi ini diharapkan bisa mencegah terjadinya berbagai peristiwa
yang berdampak buruk pada Pemerlu Atensi Sosial, misalnya saja kasus
pelecehan yang terjadi di sebuah panti asuhan ilegal di Tangerang,
Banten yang terungkap pada Oktober 2024 lalu, dan masih banyak kasus
lainnya.
Konsolidasi
Nasional Pilar-pilar Sosial dan Pemerintah Daerah menjadi fokus
terakhir dalam Kerja Prioritas Kemensos. Tak hanya memiliki peranan
penting dalam akuntabilitas distribusi bansos, pilar-pilar sosial dan
pemerintah daerah juga memegang peranan penting dalam melaksanakan
pendampingan agar target pengentasan kemiskinan bisa tercapai.
Sumber : https://kemensos.go.id/pimpin-kemensos-ini-empat-prioritas-program-gus-ipul











