Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau SMP Negeri 1 Karang
Baru yang terdampak banjir, Jumat (30/01/2026) untuk memastikan proses
pemulihan sarana pendidikan dan kegiatan belajar mengajar kembali
berjalan usai banjir bandang pada 26 November 2025.
Banjir yang melanda kawasan tersebut berdampak signifikan terhadap
aktivitas sekolah. Dari total 698 siswa, sebanyak 665 siswa terdampak
banjir. Kondisi serupa juga dialami tenaga pendidik dan kependidikan, di
mana 67 dari 71 orang guru dan staf turut merasakan dampak bencana.
Wapres melihat langsung kondisi fisik sekolah yang sebelumnya mengalami
kerusakan hampir di seluruh fasilitas utama, khususnya ruang-ruang
belajar dan penunjang yang berada di lantai dasar, meliputi ruang kelas,
UKS, laboratorium, musala, ruang guru, ruang kepala sekolah, serta
ruang administrasi. Seluruh meja, kursi, dan papan tulis juga rusak
parah dan hingga kini belum tersedia kembali.
Oleh karena itu, pada awal masuk sekolah pascabencana, proses belajar
mengajar dilaksanakan secara komunal dengan menggabungkan siswa dari
tiga jenjang kelas di beberapa ruang yang masih dapat digunakan. Seiring
pemulihan kondisi, sejak 28 Januari 2026, pembelajaran telah dialihkan
ke sembilan ruang kelas dengan pengaturan penggabungan siswa secara
bertahap dan penyesuaian jadwal mengajar oleh masing-masing guru.
Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, Wapres menegaskan bahwa negara
hadir untuk memastikan hak anak memperoleh pendidikan tetap terpenuhi,
sekaligus mendorong percepatan pemulihan sarana dan prasarana pendidikan
pascabencana.
Wapres juga menyerap berbagai kebutuhan mendesak yang diperlukan untuk
menunjang kegiatan belajar mengajar, antara lain ketersediaan papan
tulis, meja, dan kursi bagi siswa; perangkat pembelajaran seperti laptop
dan seragam dinas bagi guru; serta perangkat administrasi sekolah
berupa komputer dan printer.
Sebelum meninggalkan sekolah, Wapres menyampaikan bahwa ia akan memerintahkan agar pengadaan meja dan kursi dipercepat.
”Mas Wapres akan mengadakan percepatan pengadaan mebeler [meja, kursi,
dan papan] di sekolah kami,” ungkap Kepala SMP N 1 Karang Baru, Edi
Wahyudi.
Edi juga menuturkan, Wapres menekankan akan mempercepat koordinasi untuk pemulihan bangunan sekolah.
”Mas Wapres akan mengoordinasikan proses pemulihan secara maksimal,” ungkap Edi.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan
pemulihan sektor pendidikan berjalan selaras dengan penanganan dampak
bencana, sehingga aktivitas belajar mengajar dapat kembali berlangsung
secara optimal dan berkelanjutan.
Hadir mendampingi Wapres dalam peninjauan ini, Bupati Aceh Tamiang
Armia Pahmii, Kepala Badan Nasional Percepatan Penanggulangan Bencana
(BNPB) Suharyanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(PPPA) Arifah Fauzi, serta Direktur Jenderal Bina Administrasi
Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA.





