SEMARANG – Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 resmi digelar di Atrium The Park Mall Semarang, pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026. Ajang itu menjadi etalase potensi busana muslim khas Jawa Tengah.
Event tersebut dibuka Jumat (27/2/2026) sore oleh Wakil
Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, bersama Ketua Dewan Kerajinan
Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin.
Pembukaan D’Modifest 2026 turut dimeriahkan dengan
peragaan busana siswa SLB Kota Semarang serta Kepala OPD Pemprov Jawa
Tengah. Selain itu, juga menghadirkan 50 stan produk fesyen dan kuliner
unggulan, yang berasal dari 35 kabupaten/kota.
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin
menyampaikan, pihaknya menampilkan 50 stan dalam kegiatan tersebut.
Tidak hanya busana muslim, tetapi juga UMKM kuliner halal.
Menurutnya, D’Modifest Jateng 2026 menjadi momentum
strategis dalam memperkuat promosi produk UMKM syariah. Selain itu,
penyelenggaraan pada momentum Ramadan juga diharapkan mampu menggerakkan
roda perekonomian daerah.
“Harapannya, di bulan puasa ini ekonomi di Jawa Tengah
ini akan naik terus, dan kita juga bisa memberikan peluang-peluang pasar
terhadap UMKM-UMKM yang ada ini,” ujarnya, seusai membuka kegiatan.
Nawal menekankan pentingnya inovasi dan keberagaman
produk UMKM, agar dapat terus berkembang. Terlebih, Jateng menjadi salah
satu pusat produksi fesyen terbesar di Indonesia, dengan jumlah UMKM
yang tercatat mencapai 4,45 juta unit pada 2025.
Dikatakan, potensi tersebut perlu terus dikembangkan
dengan mendorong UMKM menghadirkan variasi produk, agar semakin
kompetitif dan tidak monoton. Selama ini, produk batik dan wastra telah
banyak ditampilkan, sehingga ke depan sektor busana muslim juga perlu
semakin diperkuat.
“Yang biasanya batik wastra, sekarang mungkin lebih ke
busana muslim yang diikutkan. Jadi, harapannya nanti bisa menyeluruh,
ada beberapa varian yang bisa ditampilkan di sana,” ungkap Nawal.
Ke depan, istri Wakil Gubernur ini berencana menjadikan
D’Modifest atau kegiatan serupa sebagai agenda rutin tahunan, sehingga
potensi modest fashion Jateng dapat terus berkembang, hingga menembus
pasar internasional.
“Mudah-mudahan ini bisa merupakan event tahunan, dan
nantinya kita bisa menggelar di beberapa tempat, bukan hanya di
Semarang,” ucap Nawal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin
mengapresiasi gelaran D’Modifest 2026, yang merangkul para desainer dan
pelaku UMKM, untuk menampilkan produk fesyen dengan gaya lokal khas Jawa
Tengah.
Menurutnya, banyak produk fesyen lokal yang telah
menembus pasar internasional. Karena itu, para desainer didorong untuk
terus mengembangkan desain terbaiknya, agar mampu bersaing di pasar yang
lebih luas.
“Harapan kami dengan kegiatan ini mereka tumbuh, muncul
kemandirian, muncul rasa percaya diri,” ucap Taj Yasin, mewakili
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan
Nota Kesepahaman antara Dekranasda dan Baznas Jateng, tentang
Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Industri Kecil dan Menengah
(IKM).
Selain itu, diserahkan pula bantuan peralatan menjahit
kepada empat Kelompok Usaha Bersama (KUBE), bantuan pembiayaan Kredit
Usaha Rakyat (KUR) Bank Jateng kepada pelaku UKM, serta penyerahan
sertifikat halal, sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),
sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI), dan sertifikat merek.






