Di tengah ketidakpastian global yang
masih tinggi dan fragmentasi ekonomi dunia yang semakin kompleks, sistem
keuangan Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat dan stabil.
Ketahanan perbankan dan industri keuangan kita terjaga, likuiditas
memadai, dan ruang penyaluran kredit terbuka untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi lebih tinggi. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank
Indonesia Destry Damayanti dalam peluncuran buku Kajian Stabilitias Keuangan No. 46,
Februari 2026 (KSK 26) di Bank Indonesia, Jakarta (27/2). Peluncuran
dihadiri oleh Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) serta
para pimpinan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI,
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),
perbankan, industri keuangan nonbank, dan akademisi.
Pertumbuhan
kredit sebesar 9,69% (yoy) pada Desember 2025, yang terutama mengalir ke
sektor-sektor prioritas Pemerintah, turut menopang pertumbuhan ekonomi
Indonesia sebesar 5,11% (yoy) sepanjang 2025. Peluang ekonomi Indonesia
untuk tumbuh lebih tinggi sangatlah terbuka. Hal ini didukung oleh
ketersediaan likuiditas perbankan yang cukup memadai. “Pada Januari
2026, fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan)
perbankan tercatat sebesar Rp2.506,47 triliun atau 22,65% dari plafon
kredit yang tersedia dapat terus dioptimalkan sebagai pendorong
pertumbuhan lebih tinggi", demikian pungkas Destry. Untuk itu, Bank
Indonesia mengimbau perbankan untuk terus menyesuaikan special rate
guna mendorong penurunan suku bunga kredit yang lebih cepat, sehingga
intermediasi berjalan semakin kuat. Ke depan, intermediasi pada 2026
diprakirakan tetap solid dalam kisaran 8–12% (yoy), sejalan dengan
pertumbuhan kredit Januari 2026 yang mencapai 9,96% (yoy)," tegas
Destry.
Lebih lanjut, Destry menekankan pentingnya sinergi
antarotoritas dalam memperkuat kontribusi sistem keuangan nasional
terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Bank Indonesia telah memperkuat
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang berbasis
kinerja dan berorientasi ke depan (forward looking) guna
memastikan kecukupan likuiditas dan mempercepat penyaluran kredit ke
sektor-sektor prioritas Pemerintah. Hingga minggu pertama Februari 2026,
perbankan telah memperoleh insentif sebesar Rp427,5 triliun.
Destry
juga menekankan perlunya sinergi antarlembaga dalam mendorong
pertumbuhan kredit dan mempercepat penurunan suku bunga kredit
perbankan, sehingga transmisi kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan
roda perekonomian bergerak lebih cepat. Bauran kebijakan
makroprudensial yang akomodatif, termasuk penguatan KLM berorientasi ke
depan, diarahkan untuk menyediakan kecukupan likuiditas serta
mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas. Sinergi
dengan Pemerintah dan otoritas terkait dalam kerangka KSSK menjadi kunci
untuk membangun optimisme dan keyakinan bahwa ekonomi Indonesia dapat
tumbuh lebih tinggi dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Untuk saling memperkuat pemahaman dan optimisme pelaku industri keuangan mengenai perkembangan SSK terkini serta upaya bersama mendorong kontribusi intermediasi terhadap pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia menyelenggarakan seminar nasional bertema “Memperkuat Sinergi untuk Akselerasi Intermediasi dan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi". Seminar menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, perbankan, dan asosiasi.
Buku KSK No.46 mengusung tema “Mengakselerasi Intermediasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Tinggi". Tema ini menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global, ditopang oleh ketahanan perbankan, industri keuangan nonbank, serta kinerja korporasi dan rumah tangga yang terjaga. Peluncuran KSK 46 diharapkan menjadi referensi strategis bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas. Terbitnya kajian ini juga diharapkan menjadi momentum untuk membangun ekspektasi positif khususnya bagi dunia usaha atas kondisi sistem keuangan yang berdaya tahan dan tumbuh tinggi.
Sumber : https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_285126.aspx






