Cari Blog Ini

Kamis, 12 Februari 2026

Langkah Strategis Penguatan Kerja Sama Bilateral Maritim Indonesia-Belanda

 


Den Haag, Belanda — Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arif Havas Oegroseno, telah memimpin pertemuan ke-6 Forum Maritim Bilateral Indonesia dan Belanda bersama dengan Direktur Jenderal Penerbangan dan Maritim, Kementerian Infrastruktur dan Manajemen Perairan Belanda, pada 10-12 Februari 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kementerian/Lembaga terkait, BUMN Pelindo dan Pertamina International Shipping, KADIN, perwakilan asosiasi kapal dan pelabuhan, serta pihak swasta.

Pertemuan ini menjadi momentum tepat dan strategis di tengah dinamika geopolitik dunia yang berdampak besar bagi sektor maritim. Hal ini juga ditegaskan Wamenlu RI dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Infrastruktur dan Manajemen Perairan Belanda, Robert Tieman, yang membahas berbagai isu global dan upaya penguatan kerja sama bilateral bidang maritim.

Wamenlu RI juga menekankan dukungan dan arti pentingnya forum ini bagi Indonesia dan Belanda sebagai sesama negara maritim. “Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia sangat bergantung kepada sektor kelautan untuk konektivitas, keamanan, dan pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.

Wamenlu RI juga menyampaikan bahwa selesainya perundingan Indonesia – European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) menciptakan momentum baru bagi Indonesia melalui perluasan akses ke pasar Eropa dan memperkuat Belanda sebagai gerbang maritim utama untuk ekspor Indonesia.

Forum Bilateral Maritim membahas berbagai isu dalam 3 (tiga) working group secara paralel dengan tema pengembangan pelabuhan berkelanjutan, green shipping, serta keamanan maritim.

Berbagai isu yang diangkat dalam working group tersebut antara lain faktor krusial dan dampak lingkungan dari pengembangan pelabuhan, dampak ekonomi sektor maritim bagi masyarakat, pengumpulan dan pelindungan data bagi keamanan maritim, penggunaaan teknologi hijau, serta pemanfaatan kredit karbon untuk mencapai net zero emission.

“Kita harus melihat green shipping sebagai sebuah peluang, bukan beban. Di sini perlunya meningkatkan daya tawar melalui mekanisme perdagangan karbon. Saat ini, industri pelabuhan kita sudah mampu mengurangi sekitar 31.000 ton CO2. Ini menjadi langkah strategis bagi pencapaian net zero emission Indonesia,” ujar Wamenlu.

BMF kali ini juga menyepakati tindak lanjut untuk identifikasi proyek-proyek yang dapat di scale-up oleh kedua pihak, rencana identifikasi dan penyusunan pilot project, tawaran investasi di bidang perikanan, serta skema pembiayaan pembuatan kapal. 

 

 

Sumber : https://kemlu.go.id/berita/langkah-strategis-penguatan-kerja-sama-bilateral-maritim-indonesia-belanda