Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam pemajuan Hak Asasi Manusia (HAM) melalui kolaborasi strategis bersama Komnas HAM. Fokus utama kali ini adalah internalisasi nilai kemanusiaan di lembaga pendidikan keagamaan melalui program Sekolah Ramah HAM (SRHAM) guna mencegah kekerasan dan penindasan atas nama agama.
Hal ini Menag sampaikan saat menerima audiensi jajaran Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Pertemuan ini merupakan langkah konkret tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua lembaga pada Januari lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menag menyoroti fenomena penggunaan "bahasa agama" yang kerap disalahgunakan untuk melegitimasi penindasan dan perampasan hak. Menurutnya, Kemenag memiliki tanggung jawab besar untuk melakukan pembinaan agar agama tetap menjadi pelindung martabat manusia.
"Spirit perjuangan Kementerian Agama adalah mengangkat martabat kemanusiaan. Itu adalah tujuan inti dari semua agama. Jika Komnas HAM berhasil dalam misinya, maka itu juga merupakan keberhasilan Kementerian Agama," tegas Menag.
Internalisasi HAM di Pesantren dan Madrasah
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, memaparkan urgensi implementasi program Sekolah Ramah HAM (SRHAM) di lingkungan pendidikan keagamaan. Selama ini, kurikulum dan metode SRHAM telah diterapkan di berbagai institusi pendidikan, namun belum menyentuh institusi di bawah naungan Kemenag secara menyeluruh.
"Kami mengajak Kementerian Agama untuk bersama-sama melakukan internalisasi nilai HAM melalui SRHAM di pesantren, madrasah, dan sekolah keagamaan lainnya. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan disusun, kami berharap pendidikan HAM ini menjadi bagian integral dari sistem pendidikan keagamaan kita," ujar Anis.
Merespons usulan tersebut, Menag menyatakan dukungan penuhnya. Menag yakin bahwa sinergi ini akan membantu pemerintah dalam memetakan serta menyelesaikan persoalan mendasar terkait kekerasan, baik yang berbasis agama maupun bentuk kekerasan lainnya.
"Ini adalah program yang sangat penting. Meskipun ini adalah proses yang terus berjalan (on-going process), Kementerian Agama siap mendukung penuh Komnas HAM. Dengan bekerja sama, kita bisa lebih jeli mengenali dan memitigasi bentuk-bentuk kekerasan di lapangan," tutupnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menteri Agama Faisal Ali Hasyim dan Ismail Cawidu, serta jajaran pejabat kementerian agama dan komisioner Komnas HAM.
Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-dukung-implementasi-program-sekolah-ramah-ham-xNDRh





.jpeg)