Jakarta, Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi
Sadewa menegaskan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan
mencapai angka 6% pada tahun 2026. Menurutnya, perbaikan ekonomi sudah
terlihat sejak triwulan IV tahun lalu yang tumbuh 5,39 persen, berbalik
dari tren perlambatan sebelumnya.
Menkeu menjelaskan bahwa kunci mencapai target tersebut adalah dengan
mengaktifkan dua mesin pertumbuhan sekaligus yaitu sektor swasta dan
dilengkapi stimulus pemerintah. Ke depan, pemerintah akan memastikan
kedua mesin tersebut berjalan bersamaan, melalui peningkatan likuiditas,
perbaikan iklim investasi, serta optimalisasi belanja negara.
“Pertama, saya hidupkan fiskal, sudah mulai jalan. Moneter, private
sector udah mulai jalan. Itu udah 6% lebih di atas kertas ya. Kalau
behavior sistemnya nggak berubah, seperti itu kira-kira. Kemudian saya
perbaiki iklim investasi”, ujarnya di Jakarta pada Jumat (20/2).
Untuk mendorong investasi, pemerintah telah membentuk Satgas
Debottlenecking guna menyelesaikan hambatan usaha. Hingga kini, 44 kasus
telah diselesaikan. “Saya yakin dalam setahun udah hilang sebagian
besar masalah yang mengganggu para pengusaha di Indonesia,” ucap sang
Bendahara Negara.
Di sisi lain, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap barang
ilegal yang masuk ke pasar domestik. Menkeu juga memastikan bahwa
stimulus fiskal akan tetap diberikan untuk menjaga daya beli termasuk
alokasi Rp55 triliun untuk dukungan Lebaran dan Gaji ke-13.
Menutup perbincangan, Purbaya menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia
tengah memasuki fase ekspansi yang dapat berlangsung hingga 2030-2033.
“Jadi masyarakat nggak usah khawatir, kita sedang membawa ekonomi
Indonesia ke arah menuju Indonesia Emas,” tegasnya.



