Washington, D.C., 19 Februari 2026 – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio di kantor Kementerian Luar Negeri AS pada Kamis (19/2).
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif dengan fokus pada penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Amerika Serikat. Kedua Menlu membahas sejumlah agenda prioritas, termasuk kerja sama perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, energi, serta dinamika kawasan dan global.
Di bidang ekonomi, pembahasan mencakup upaya memperkuat hubungan perdagangan yang lebih seimbang dan saling menguntungkan, termasuk mendorong implementasi kesepakatan perdagangan resiprokal. Menlu Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga stabilitas arus perdagangan dan mendorong peningkatan investasi di sektor-sektor strategis, termasuk pertanian dan energi.
“Kami ingin memastikan kemitraan ekonomi Indonesia-Amerika Serikat semakin kuat, lebih seimbang, dan memberikan manfaat konkret bagi kedua negara,” ujar Menlu Sugiono.
Kedua Menlu juga bertukar pandangan mengenai situasi di Gaza, Palestina. Dalam kaitan ini, Menlu Rubio menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif Indonesia dalam Board of Peace dan kontribusinya bagi upaya stabilisasi dan rekonstruksi Gaza.
Menanggapi hal tersebut, Menlu Sugiono menekankan pentingnya Board of Peace dalam memastikan perlindungan warga sipil dan akses kemanusiaan yang terbuka di Gaza, serta memastikan bahwa setiap langkah stabilisasi tetap mengarah pada terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Upaya stabilisasi harus menjadi bagian dari jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan melalui Solusi Dua Negara,” tegas Menlu Sugiono.
Pertemuan ini mencerminkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat dialog strategis dan memperdalam kolaborasi lintas sektor. Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk menjaga komunikasi erat guna memastikan kemitraan bilateral semakin kokoh, adaptif, dan relevan dalam menghadapi dinamika kawasan dan global yang terus berkembang



