Cari Blog Ini

Minggu, 22 Februari 2026

Penyaluran "Angpao Kepedulian" Warnai Suka Cita Perayaan Imlek Nasional

 


Jakarta (Kemenag) --- Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional ke-27 Tahun 2577 Kongzili tidak sekadar menjadi panggung kemeriahan ritual keagamaan dan budaya semata, tapi juga menjadi panggung kemanusiaan yang nyata. Di tengah nuansa suka cita yang menyelimuti Ballroom Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (22/2/2026), Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) bersama seluruh umat Khonghucu membuktikan empati mendalam mereka dengan menyalurkan bantuan bertajuk "Angpao Kepedulian" yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Sumatra.

Penyerahan bantuan kemanusiaan ini disalurkan melalui Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) dan disaksikan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Momen simbolis ini memberi pesan ke seluruh penjuru negeri: bahwa perayaan keagamaan di Indonesia tidak pernah lepas dari akar solidaritas sosial dan semangat gotong royong dalam merengkuh penderitaan sesama anak bangsa.

Menteri Agama yang hadir mewakili pemerintah memberikan apresiasi atas inisiatif mulia tersebut. Bagi Menag, langkah MATAKIN dan umat Khonghucu ini adalah wujud pengejawantahan nilai tertinggi dari sebuah ajaran agama, yakni welas asih dan kepedulian terhadap sesama manusia tanpa memandang latar belakang suku maupun keyakinan.

Transformasi makna "Angpao" dalam perayaan ini patut mendapat sorotan khusus. Jika secara tradisi angpao identik dengan amplop merah berisi uang yang diberikan kepada anak-anak atau keluarga sebagai simbol keberuntungan dan doa, kali ini MATAKIN merevolusi maknanya menjadi instrumen filantropi nasional. Angpao bertransformasi menjadi jembatan empati yang menghubungkan suka cita umat yang merayakan dengan duka lara para korban bencana alam.

Ketua Umum MATAKIN, Xue Shi (Xs.) Budi Santoso Tanuwibowo, menegaskan bahwa duka warga Sumatra adalah duka seluruh umat Khonghucu. Mengacu pada empat makna Imlek yang sempat ia sampaikan—di mana salah satunya adalah pilar 'Peduli'—bantuan ini adalah langkah konkret dari umat untuk menebar cinta kasih (Ren). "Imlek akan kehilangan esensinya jika kita menutup mata pada tangis saudara sebangsa. Keadilan dan persatuan hanya bisa ditegakkan jika kita saling memapah di saat sulit," tuturnya.

Pemilihan Perhimpunan Indonesia-Tionghoa (INTI) sebagai mitra penyalur bantuan juga merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi. Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang memiliki jaringan luas dan rekam jejak panjang dalam aksi tanggap darurat, INTI dipercaya mampu memastikan bahwa "Angpao Kepedulian" tersebut tiba tepat sasaran, menyentuh langsung denyut nadi masyarakat terdampak di Sumatra, dan membantu pemulihan pasca-bencana secara efektif.

Kolaborasi tiga pilar antara komunitas keagamaan (MATAKIN), organisasi sosial kemasyarakatan (INTI), dan fasilitasi negara (Kemenag) menjadi orkestrasi kemanusiaan yang sangat indah. Di tengah hiruk-pikuk tantangan global dan domestik, sinergi ini membuktikan bahwa modal sosial bangsa Indonesia masih sangat kokoh.

Kehadiran Menteri Agama sebagai saksi dalam penyerahan bantuan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk selalu hadir mendukung setiap inisiatif baik dari umat beragama. Pada akhirnya, Imlek 2577 Kongzili ini tidak akan hanya dikenang karena kemegahan lampion atau keindahan barongsainya, tetapi akan tercatat dalam tinta emas sejarah sebagai perayaan yang berhasil menghapus air mata dan memeluk erat duka Indonesia.


 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/penyaluran-angpao-kepedulian-warnai-suka-cita-perayaan-imlek-nasional-a5tSX