GROBOGAN – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan jalur utama Semarang-Purwodadi yang terputus akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, akan segera dipulihkan.
Ahmad Luthfi telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jateng untuk mempercepat perbaikan akses jalan, agar arus lalu lintas kembali normal dan kendaraan dapat melintas seperti biasa.
“Bahwa ini adalah jalan provinsi. Sudah saya sampaikan ke Dinas PU kita, tiga hari harus segera kita bikin jalan,” kata dia usai meninjau lokasi tanggul jebol di Desa Tinanding, Kabupaten Grobogan, Selasa (17/2/2026).
Diketahui, akses Semarang-Purwodadi terputus sejak Senin (16/2/2026) setelah jalan beton yang berada di atas tanggul Sungai Tuntang terkelupas dan ambrol, akibat derasnya arus air hujan. Jalur itu merupakan penghubung utama antara Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang.
Saat ini, banjir di ruas jalan tersebut mulai surut. Namun, masih tersisa tanah, lumpur, serta material lainnya yang menutup badan jalan.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga memantau petugas yang bahu-membahu membersihkan jalan dari lumpur dan tanah. Satu unit ekskavator dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan akses.
Luthfi menegaskan, penanganan darurat harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan Pemprov Jateng, Pemkab Grobogan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali–Juana, serta unsur TNI/Polri.
Ia juga mengusulkan kepada Kodim setempat untuk memasang jembatan armco sebagai solusi sementara, dengan target mobilitas masyarakat dapat kembali normal dalam waktu tiga hingga tujuh hari.
“Tiga hari minimal hingga seminggu, normalisasi jalur kendaraan maupun orang bisa kita gunakan,” ungkap Gubernur Luthfi.
Selain pemulihan akses jalan, penanganan tanggul jebol menjadi prioritas. Terkait hal ini, Luthfi telah berkoordinasi dengan BBWS Pemali–Juana untuk langkah penanganan darurat.
Untuk penanganan banjir jangka panjang, Pemprov telah mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum agar dilakukan normalisasi Sungai Tuntang. Rencana normalisasi tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini.
“Saya usulkan ke Kementerian karena itu adalah kewenangan dari BBWS. Ini minimal kita normalisasi seperti Sungai Wulan itu hampir 45 kilometer,” beber Luthfi.
Sementara itu, Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Grobogan, Masrichan, menyampaikan, panjang jalan Semarang-Purwodadi yang terputus mencapai sekitar 100 meter.
Saat ini, petugas masih melakukan pembersihan lumpur dan tanah sebelum dilanjutkan dengan perbaikan jalan, serta pemasangan jembatan darurat sesuai instruksi gubernur.
“Jadi kita untuk akses jalan kita coba untuk bisa kita normalisasi dulu, sehingga nanti bisa digunakan untuk warga,” kata dia di lokasi.
Penanganan juga dilakukan terhadap tanggul yang jebol. BBWS Pemali–Juana akan melakukan penambalan sementara sambil menyiapkan pembangunan tanggul permanen.
“Otomatis nanti dilakukan penanganan darurat, kemudian baru penanganan secara permanen oleh BBWS. Secara teknis dari BBWS nanti yang akan melakukannya,” imbuh Masrichan.




