SEMARANG – Stan-stan kuliner langsung diserbu pengunjung pada hari pertama even Pasar Takjil Ramadan, yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di halaman Wisma Perdamaian, Senin (9/3/2026) sore. Total 61 stan ambil bagian dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari dari 9-11 Maret 2026.
Sejak dibuka Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sekitar pukul 17.00 WIB, berbagai menu takjil dan kuliner langsung laris diburu masyarakat, yang datang untuk berburu hidangan berbuka puasa.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Pemprov Jateng melalui Dinas Koperasi dan UMKM dengan pelaku usaha kuliner. Menurutnya, pasar takjil tersebut menjadi upaya mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan konsumen.
“Ini bagian dari upaya kita memfasilitasi teman-teman UMKM, agar bisa menyajikan produknya dan bertemu langsung dengan konsumen. Mudah-mudahan ini menjadi trigger, agar transaksi tidak hanya terjadi saat acara, tetapi berlanjut setelah Ramadan,” kata Sumarno.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Eddy S Bramiyanto menjelaskan, Pasar Takjil Ramadan 2026 diikuti 61 peserta, terdiri dari 53 stan kuliner, dan 8 stan layanan masyarakat.
Stan layanan tersebut meliputi cek kesehatan gratis, potong rambut gratis, layanan zakat, infaq dan sedekah, hingga layanan pembiayaan dari Bank Jateng.
“Kegiatan ini kami selenggarakan pada 9 sampai 11 Maret 2026, di Wisma Perdamaian Semarang. Tujuannya untuk memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku UMKM, khususnya produk kuliner dan takjil,” jelas Eddy.
Berbagai kuliner khas daerah disajikan dalam pameran ini, mulai dari lumpia Semarang, nasi pecel, roti bakar, hingga sate dan gulai dari berbagai daerah.
Pedagang Roti Perjuangan, Basuki, menyatakan senang bisa ikut berjualan di Pasar Takjil tersebut. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat membantu pelaku UMKM, untuk memperkenalkan produk mereka.
“Senang sekali karena kita diberi kesempatan berjualan. Kalau ada even seperti ini kan orang jadi tahu produk kita. Perputaran uang juga bagus,” ujarnya.
Ketua DPW Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha kuliner. Bahkan, menurutnya, ke depan kegiatan serupa diharapkan dapat digelar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
“Harapannya tahun depan bisa dilaksanakan di seluruh kabupaten/ kota, karena kegiatan seperti ini sangat menguntungkan pelaku ekonomi, banyak transaksi yang terjadi,” bebernya.
Pengunjung Pasar Takjil, Sadila, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut, karena memudahkan masyarakat mencari berbagai menu berbuka puasa.
“Lumayan membantu, terutama buat anak-anak atau orang-orang dari luar daerah yang ingin cari takjil. Di sini pilihannya banyak sekali dari berbagai UMKM,” ujarnya yang datang bersama temannya, Lili.
Selain bazar kuliner, kegiatan juga dimeriahkan dengan berbagai acara seperti live musik akustik, stand up comedy, dan lainnya. Dalam rangkaian acara tersebut juga diserahkan santunan kepada anak yatim serta empat panti asuhan. Juga diadakan peresmian kantor APJI, Gekrafs, dan Zilenial, serta kegiatan buka bersama.







