Jakarta, Kemenkeu – Pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
menegaskan pentingnya penguatan budaya integritas sebagai fondasi dalam
menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara. Hal
tersebut disampaikan dalam diskusi bersama pimpinan Kemenkeu yang
digelar di Aula Mezanine, Kementerian Keuangan, Jumat (6/3).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tentang
integritas yang menjadi faktor utama penentu keberhasilan pengelolaan
keuangan negara. Menurutnya, seluruh kebijakan pemerintah, terutama
kebijakan fiskal, mulai dari pengelolaan pajak, kepabeanan dan cukai,
belanja negara, hingga pembiayaan, pada akhirnya bermuara pada satu hal
yang sama, yaitu kepercayaan publik.
“Karena kita mengelola uang negara, uang rakyat, pajak, bea cukai,
belanja negara, pembiayaan. Tapi ujungnya cuma satu yang menentukan
semua itu jalan atau tidak, yaitu kepercayaan publik,” ujar Menkeu.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu menjelaskan bahwa integritas bukan
sekadar slogan atau formalitas administratif, melainkan fondasi utama
bagi legitimasi kebijakan negara di mata masyarakat.
“Integritas itu bukan slogan, integritas itu fondasi kepercayaan publik kepada negara,” tegasnya.
Menkeu juga mengingatkan bahwa membangun integritas tidak dapat
dilakukan hanya melalui perubahan struktur atau pergantian pejabat,
tetapi harus tercermin dalam praktik nyata di lapangan. Menurutnya, masa
depan Indonesia sangat bergantung pada kinerja para pimpinan dan
aparatur negara dalam menjaga integritas institusi.
“Saya pikir ke depan Indonesia amat bergantung kepada kinerja Anda
semua. Kalau kita gagal, NKRI-nya akan rusak. Saya minta Anda bekerja
keras untuk mewujudkan hal itu supaya anak cucu kita bisa hidup lebih
enak dan makmur di Indonesia,” kata Menkeu.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil
Nazara menekankan bahwa integritas institusi berawal dari integritas
pribadi setiap pegawai. Ia mengajak seluruh pimpinan untuk kembali
meneguhkan komitmen integritas dalam menjalankan tugas. Selain itu,
nilai integritas tidak hanya dijaga oleh pegawai, tetapi juga oleh
lingkungan keluarga.
“Integritas kita dimulai dari diri. Jadi integritas institusi dimulai
dari diri kita masing-masing. Kita pahami bukan hanya sebagai individu,
tetapi juga sebagai keluarga, sehingga keluarga kita pun dapat saling
mengingatkan,” ujar Wamenkeu Suahasil.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menilai bahwa
Kementerian Keuangan telah mencatat berbagai kemajuan dalam membangun
integritas institusi. Namun demikian, ia menekankan bahwa ekspektasi
masyarakat terhadap integritas aparatur negara terus meningkat sehingga
upaya perbaikan harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kalau kita lihat dari waktu ke waktu, sudah banyak kemajuan di
Kementerian Keuangan. Tapi ekspektasi masyarakat itu lebih dari itu.
Jadi apa yang sudah baik harus dipertahankan,” ujar Wamenkeu Juda.
Melalui forum konsultasi pimpinan ini, Kemenkeu kembali menegaskan
komitmen untuk memperkuat budaya integritas di seluruh lini organisasi.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta
memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara transparan,
akuntabel, dan berintegritas.
Sumber : https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Perkuat-Budaya-Integritas







