Cari Blog Ini

Rabu, 15 April 2026

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI TIMUR LAUT PULAU SARINGI, TANGGAL 15 APRIL 2026 pukul 09:10:43 WIB.

 

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI TIMUR LAUT PULAU SARINGI, TANGGAL 15 APRIL 2026

INFORMASI GEMPA BUMI

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, tanggal 15 April 2026, pukul 09:10:43 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,32 LS – 117,14 BT, di Timur Laut Pulau Saringi, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Gempa bumi ini memiliki magnitudo M 5,0 dengan kedalaman hiposenter 469,0 km. Berdasarkan data dari GFZ (GeoForschungsZentrum), episenter gempa bumi berada pada koordinat 7,095 LS – 117,155 BT dengan magnitudo M 5,19 pada kedalaman hiposenter 484,9 km.

KONDISI GEOLOGI DAN PENYEBAB GEMPA BUMI

Lokasi episenter gempa bumi terletak di laut. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki morfologi dataran. Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Karbonat berumur kuarter. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan data tapak lokal vs30, wilayah terdekat dengan episenter gempa bumi diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah D (tanah sedang). Keberadaan kelas tanah yang lebih lunak ini berarti bahwa potensi guncangan gempa bumi di area tersebut bisa terasa lebih intens.
Berdasarkan parameter sumber, gempa bumi ini disebabkan oleh aktivitas lempeng Samudera Indo-Australia.

DAMPAK GEMPA BUMI

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami. Dirasakan Intensitas II MMI di Badung.

REKOMENDASI

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi.
  3. Masyarakat diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.
  4. Masyarakat diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.
  5. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran.
  6. Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.

 

Sumber : https://vsi.esdm.go.id/kajian-kejadian/analisis-geologi-kejadian-gempa-bumi-di-timur-laut-pulau-saringi-tanggal-15-april-2026