Cari Blog Ini

Kamis, 02 April 2026

Perkuat Literasi Umat, Kemenag–OJK Luncurkan Buku Saku Edukasi Keuangan Berbasis Agama


 

Jakarta (Kemenag) — Kementerian Agama bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Saku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA). Langkah ini sebagai upaya memperkuat literasi keuangan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.

Peluncuran dilakukan pada puncak Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta, ditandai dengan penekanan layar digital oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Gedung OJK Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis buku ESA kepada Menteri Agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang selaras dengan nilai agama.

Menurutnya, pendekatan berbasis keagamaan dinilai efektif karena sejalan dengan karakter masyarakat Indonesia yang religius.

“Edukasi yang berlandaskan nilai-nilai agama akan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Karena itu, penyusunan buku ini melibatkan berbagai unsur lintas agama agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas,” ujar Menag.

Ia menambahkan, penguatan literasi keuangan tidak hanya penting dari sisi pengetahuan, tetapi juga dalam membangun kesadaran etika dan tanggung jawab dalam aktivitas ekonomi.

Selain itu, Menag menyoroti pentingnya menjembatani pemahaman antara konsep keagamaan dan praktik ekonomi modern. Menurutnya, perbedaan istilah kerap menjadi kendala dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal.

“Perlu ada keselarasan antara istilah dalam kajian keagamaan dengan praktik ekonomi kontemporer. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi yang memudahkan masyarakat memahami keduanya secara utuh,” jelasnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa peluncuran buku ESA merupakan bagian dari upaya penguatan literasi keuangan syariah yang lebih aplikatif.

Ia mengungkapkan, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan menunjukkan adanya kesenjangan antara tingkat pemahaman dan penggunaan produk keuangan syariah di masyarakat.

“Sebagian masyarakat telah memahami konsep keuangan syariah, namun belum sepenuhnya memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, diperlukan pendekatan edukasi yang lebih kontekstual dan mudah dipahami,” ujarnya.

OJK juga mendorong agar materi literasi keuangan berbasis nilai agama dapat diperluas pemanfaatannya, termasuk melalui lingkungan pendidikan.

Kemenag berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan literasi keuangan berbasis nilai keagamaan, termasuk melalui jaringan pendidikan keagamaan dan lembaga keagamaan di berbagai daerah.

Peluncuran Buku Saku ESA ini diharapkan menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membangun masyarakat yang tidak hanya cakap secara finansial, tetapi juga memiliki landasan etika dan nilai dalam pengelolaan keuangan.


Sumber ; https://kemenag.go.id/nasional/perkuat-literasi-umat-kemenag-ojk-luncurkan-buku-saku-edukasi-keuangan-berbasis-agama-ZhKkq