Magelang, Jawa Tengah, 19 April 2026
– Program revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memberikan dampak
nyata bagi satuan pendidikan. Di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah,
pemenuhan dan perbaikan ruang kelas menjadi salah satu manfaat utama
yang dirasakan langsung oleh sekolah dalam mendukung proses
pembelajaran.
Di SLB Negeri Kota Magelang, keterbatasan ruang
kelas sebelumnya menjadi tantangan dalam penyelenggaraan pembelajaran.
Ina Sulanti, selaku kepala sekolah, menyampaikan bahwa bantuan dua ruang
kelas baru dari program revitalisasi memberikan perubahan signifikan,
karena sebelumnya, satu ruang kelas harus dibagi untuk beberapa
rombongan belajar, dengan menyesuaikan kemampuan dan perilaku sosial
anak.
“Dengan adanya tambahan ruang kelas, anak-anak tidak perlu lagi digabung dengan yang berbeda kebutuhan. Mereka belajar lebih nyaman dan aman, sehingga bisa meningkatkan prestasi belajar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri
Borobudur 2, Sri Widati, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi,
kondisi bangunan sekolahnya cukup memprihatinkan, dengan kerusakan pada
atap, plafon, hingga dinding yang berpotensi membahayakan siswa. Melalui
bantuan senilai Rp665 juta, sekolahnya mendapatkan rehabilitasi lima
ruang kelas serta pembangunan satu paket toilet baru.
“Dengan
adanya revitalisasi ini, sekolah juga merasa bangga dan senang karena
anak-anak sekarang bisa memiliki ruang kelas yang bagus, bersih, dan
totalitas,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 3
Salam, Murtini. Ia menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi, ruang
administrasi sekolah mengalami kerusakan cukup berat, mengingat sekolah
sudah dibangun sejak tahun 1997. Kini, melalui bantuan revitalisasi,
sekolahnya tidak hanya memperoleh perbaikan ruang administrasi, tetapi
juga pembangunan laboratorium komputer baru.
Ia
juga menekankan bahwa proses pembangunan sekolah dilakukan melalui
skema swakelola, sehingga hasilnya pun berkualitas dan sesuai dengan
kebutuhan sekolah. “Dana itu kami pengerjaannya swakelola dari pihak
sekolah bisa memilih langsung sehingga kualitas bangunannya bagus. Lalu,
setelah ada laboratorium komputer yang baru, anak-anak senang sekali
karena bangunannya bagus. Sangat mendukung pembelajaran, baik bagi guru
maupun murid,” ungkapnya.
Bupati Kabupaten Magelang, Grengseng
Pamuji, menilai bahwa program revitalisasi merupakan langkah strategis
dalam meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, manfaat revitalisasi
tidak hanya terlihat dari sisi fisik bangunan, tetapi juga dalam
mendukung pemenuhan standar nasional pendidikan.
“Dampak nyata
dari revitalisasi ini kita rasakan di sekolah-sekolah. Mulai dari yang
paling mendasar, toilet menjadi layak dan sehat. Kedua, ruang kelas
menjadi aman dan nyaman. Ada ruang kesehatan serta laboratorium yang
mendukung praktik, serta perpustakaan yang lebih tertata dan nyaman,”
terangnya.
Kabupaten Magelang sendiri memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp54,4 miliar yang menjangkau 60 satuan pendidikan.
Pada
kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
(Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, meresmikan langsung hasil revitalisasi
tersebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses
dan meningkatkan mutu pendidikan secara merata.
Ia menyampaikan bahwa program
Revitalisasi Satuan Pendidikan terus diperluas secara nasional. Pada
tahun 2025, revitalisasi telah menjangkau 16.167 satuan pendidikan.
Sementara untuk tahun 2026, sebanyak 11.400 satuan pendidikan telah
memiliki alokasi anggaran, dengan rencana penambahan yang lebih luas
hingga 60.000 satuan pendidikan. “Secara keseluruhan, insyaAllah bisa
mencapai 71 ribu satuan pendidikan,” ujarnya.
Keberlanjutan
program revitalisasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap
satuan pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk
mendukung proses pembelajaran. Dengan peresmian ini, program
revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik sekolah,
tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih optimal,
sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan mutu pendidikan secara
berkelanjutan.



