Cari Blog Ini

Rabu, 22 April 2026

Tinjau RSUD JP Wanane Sorong, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Jantung di Tanah Papua

 


Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Raja Ampat, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming kembali ke Sorong untuk meninjau langsung kesiapan layanan kesehatan di RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (22/04/2026) dengan memberi perhatian khusus pada penguatan layanan penyakit jantung sebagai salah satu prioritas utama transformasi kesehatan nasional.

Kunjungan Wapres ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Prabowo Subianto yang menekankan penguatan layanan kesehatan hingga ke daerah, khususnya untuk penanganan penyakit prioritas seperti jantung. Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah timur Indonesia memperoleh akses layanan spesialistik yang setara dengan daerah lain, melalui peningkatan fasilitas, pemenuhan alat kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia di rumah sakit daerah.

Setibanya di lokasi, Wapres disambut oleh Bupati Sorong Johny Kamuru, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Jan Pieter Kambu, serta Direktur RSUD JP Wanane dr. Hendrik Mansa. Kunjungan diawali dengan tarian “Penyambutan” adat Papua, dilanjutkan peninjauan sejumlah fasilitas strategis seperti ruang CT Scan, ruang operasi jantung, ICU jantung, hingga ruang Cathlab.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres mendengarkan dan berdialog dengan dr. Hendrik Mansa, terkait penguatan layanan jantung dan kebutuhan alat kesehatan penunjang.

Direktur RSUD menjelaskan bahwa rumah sakit telah berhasil melakukan operasi jantung pertama di Tanah Papua pada tahun 2024. Namun, keberlanjutan layanan tersebut masih terkendala keterbatasan alat utama.

“Tahun 2024 kami sudah melakukan operasi jantung pertama di Tanah Papua, Bapak. Namun saat ini kami masih kekurangan alat heart lung machine (mesin jantung-paru) sebagai pengganti fungsi jantung saat operasi. Sudah dua tahun kami belum mendapatkannya,” ujar dr. Hendrik.

Ia juga menyampaikan kebutuhan alat diagnostik lanjutan berupa intravascular ultrasound (IVUS) untuk meningkatkan akurasi tindakan kardiovaskular.

“Kami juga membutuhkan intravascular ultrasound, Bapak, untuk melihat kondisi pembuluh darah secara lebih detail saat tindakan. Alat ini sudah lama direncanakan, namun hingga kini belum terealisasi,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Wapres menaruh perhatian pada kesiapan fasilitas dan layanan yang telah dibangun, sekaligus menanyakan kapasitas pelayanan rumah sakit.

Dr. Hendrik pun menjelaskan bahwa saat ini RSUD JP Wanane menjadi salah satu rujukan terbesar di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Untuk layanan rawat jalan, kunjungan kami bisa mencapai sekitar 22.000 pasien per tahun, Bapak. Kami juga didukung oleh 32 dokter spesialis,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa rumah sakit telah memiliki peralatan CT Scan yang lebih canggih untuk mendukung layanan diagnostik.

“Baru-baru ini kami juga mendapatkan CT Scan 128 slice yang lebih canggih dari pusat, sehingga sangat membantu dalam penegakan diagnosis,” ungkap dr. Hendrik.

Dalam peninjauan ini, Wapres sempat berinteraksi dengan pasien pertama operasi jantung di RSUD tersebut, Darnawati (65). Ia menanyakan kondisi kesehatannya pasca operasi serta memastikan akses pembiayaan layanan yang diterima.

“Bagaimana, Bu, kondisi sekarang setelah operasi. Bagaimana biaya pengobatannya?” tanya Wapres.

Menanggapi pertanyaan Wapres, Darnawati mengaku merasakan langsung manfaat layanan di RSUD JP Wanane. Ia rutin menjalani kontrol tanpa biaya berkat jaminan BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah selama berobat di sini tidak pernah keluar biaya. Harapannya ke depan alat operasi jantung bisa lengkap, supaya kami tidak perlu dirujuk ke luar daerah,” tuturnya.

Usai melakukan peninjauan, Wapres memberikan keterangan kepada awak media terkait berbagai program prioritas pemerintah yang tengah berjalan di Papua. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita sudah lihat pembangunan rumah sakit, kampung nelayan, sekolah-sekolah, kita juga lihat program seperti MBG, dan lain-lain. Kita pastikan program-program dari Bapak Presiden ini berjalan dengan baik di Papua, dan yang paling penting program ini semuanya impactful untuk warga Papua,” ujar Wapres.

Sebagai informasi, RSUD JP Wanane telah didukung oleh 32 dokter spesialis dan 20 dokter umum, dengan berbagai kompetensi lanjutan (fellowship) di bidang jantung, kemoterapi, hingga hemodialisa. Rumah sakit ini juga aktif melakukan pendekatan layanan melalui program “Doc Touch”, yaitu menghadirkan dokter spesialis ke wilayah terpencil untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kunjungan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

 

 

 

Sumber : https://www.wapresri.go.id/tinjau-rsud-jp-wanane-sorong-wapres-gibran-dorong-penguatan-layanan-jantung-di-tanah-papua/