Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir memastikan kepada stakeholder olahraga Indonesia untuk tidak meragukan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap olahraga nasional.
Pernyataan itu disampaikan Menpora Erick dalam sambutan acara Rapat
Anggota Komite Olimpiade Indonesia (2026) di Hotel Fairmont, Jakarta.
Menpora Erick menegaskan bahwa, Presiden Prabowo dan Kemenpora tetap
mendukung perkembangan olahraga di Indonesia.
"Saya pastikan jangan pernah pertanyakan atau ragukan bahwa komitmen
Bapak Presiden Prabowo kepada pembangunan olahraga nasional. Karena
Bapak Presiden adalah keluarga besar olahraga Indonesia. Jangan pernah
pertanyakan juga komitmen saya untuk olahraga nasional, karena saya juga
bagian dari olahraga nasional," kata Menpora Erick.
Menpora Erick juga menyampaikan bahwa, saat ini memang olahraga Indonesia sedang menghadapi proses, dan menata ulang. Beberapa proses penting yang menurut Menpora Erick sedang dijalankan sekarang ini diantaranya, Kemenpora telah melakukan berbagai kerjasama lintas sektor dengan kementerian lain untuk mendukung berkembangnya olahraga nasional.
Seperti Instruksi Presiden tentang akademi olahraga, kerjasama
Kemenpora dengan Kemendikdasmen. "Jadi sekarang kita sudah punya payung
hukum, seperti POPNAS, nanti akan jadi satu ke Kemendikdasmen, bapak-ibu
bisa bersinergi, atau juga POMNAS yang nanti ada di Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ujarnya.
Lanjut Menpora Erick, saat ini Kemenpora juga menjalankan instruksi
Bapak Presiden ada yang namanya beasiswa atlet untuk dalam negeri,
ditambah lagi ada LPDP yang jumlahnya ada 100.
"Kita juga ada kesepakatan 3 menteri yakni Kemendagri, Kemenpora dan Kementerian UMKM yang diawasi oleh Kementerian PU sudah ada SKB 3 menteri dimana semua fasilitas cabang olahraga bisa dikerjasamakan dengan federasi atau cabor," tambahnya.
Pada rapat anggota tersebut, Menpora Erick juga menyampaikan Kemenpora telah sukses menyelenggarakan SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 untuk menyatukan visi sesama menteri olahraga dan pemuda se-Asia Tenggara dengan menandatangani Deklarasi Bali.
Kesepakatan deklarasi Bali tersebut diantaranya dengan memiliki sport IP untuk Asia Tenggara, seperti negara lain yang memiliki London Marathon, New York Marathon. "Kita sepakat akan memiliki Asean Marathon di tahun 2027 dan 2028, mungkin 4 negara dulu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Thailand," katanya.
Menpora Erick juga menyampaikan bahwa, Kemenpora telah menyelesaikan Permenpora yang terbaru Nomor 08 Tahun 2026 yaitu dengan menderegulasi 191 aturan menjadi 4 aturan, dengan mengurangi 1500 pasal menjadi 600 pasal.
"Di sinilah kita harapkan nanti sebagai fondasi awal, kita terus
melakukan transformasi untuk memperbaiki sistem untuk mendukung olahraga
nasional kita. Kita harus bisa bersaing di Asia Tenggara, Asia dan
Dunia," katanya.
"Kami dari Kemenpora adalah bagian keluarga besar olahraga, tetapi tentu
kita tidak hanya bisa melihat diri kita sendiri. Ekosistem olahraga
tidak hanya di Indonesia, kita harus menjadi ekosistem olahraga dunia,"
pungkas Menpora Erick.


