Jakarta (Kemenag) --- Ditjen Bimas Katolik Kementerian Agama tahun ini menyalurkan lebih dari Rp20 miliar bantuan untuk mendukung dua pilar utama, yaitu Urusan Agama Katolik dan Pendidikan Katolik di seluruh Indonesia. Bantuan disalurkan untuk peningkatan kualitas sarana prasarana rumah ibadah dan pendidikan.
Lebih dari Rp14,444 miliar anggaran difokuskan pada pembangunan dan renovasi infrastruktur ibadah umat Katolik. Sebesar Rp450 juta di antaranya dialokasikan untuk renovasi dua rumah ibadah, yakni Paroki St. Vincentius A Paulo di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat (Rp300 juta) dan Paroki Katedral Reinha Rosari di Larantuka, Flores Timur, NTT (Rp150 juta).
Porsi terbesar dari bantuan Urusan Agama Katolik didedikasikan untuk mendukung pembangunan sarana peribadatan dan sarana kompleks Basilika di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan total dana yang digelontorkan mencapai Rp13.994.771.000,00.
Sementara untuk bidang Pendidikan Katolik, Ditjen Bimas Katolik merealisasikan bantuan sebesar Rp5,640 miliar. Bantuan ini berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Taman Seminarium.
Program BOS SMAK menyalurkan dana sebesar Rp4.641.630.000,00 kepada 20 lembaga penerima yang tersebar di 8 provinsi yaitu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 12 SMAK, Papua Selatan sebanyak 2 SMAK, serta Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku, dan Papua Tengah, masing-masing dengan 1 lembaga.
Untuk program BOP Taman Seminarium, total realisasi dana mencapai Rp999.000.000,00. Bantuan ini menyasar pendidikan usia dini berbasis keagamaan dengan menjangkau 64 lokasi Taman Seminarium di 19 provinsi. Lokasi penerima terbanyak 26 lokasi di NTT, disusul oleh Kalimantan Timur sebanyak 6 lokasi, serta Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan masing-masing 5 lokasi Taman Seminarium penerima bantuan.
“Penyaluran bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam mendukung kehidupan beragama dan peningkatan kualitas pendidikan umat Katolik. Kami berkomitmen memastikan setiap bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Dirjen Bimas Katolik Suparman di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Suparman berharap, dengan penyaluran bantuan ini, program Ditjen Bimas Katolik dapat dijalankan dengan baik dan memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam memperkuat sarana peribadatan, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan umat Katolik di seluruh Indonesia. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah dalam menghadirkan layanan keagamaan yang merata, inklusif, dan berdaya hingga ke pelosok negeri.




