Cari Blog Ini

Jumat, 08 Mei 2026

Kawal Kesiapan Armuzna, Kabid Linjam Pastikan Fasilitas Jemaah Sesuai Kontrak Layanan

 


Makkah (Kemenhaj) – Kementerian Haji dan Umrah RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mematangkan kesiapan fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) menjelang fase puncak haji. Berdasarkan hasil inspeksi mendalam yang dilakukan Satgas Operasi Armuzna bersama pihak syarikah (penyedia layanan), transformasi infrastruktur di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan demi menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah.

Di kawasan Arafah, peningkatan fasilitas terlihat mulai dari sistem keamanan hingga kenyamanan termal. Seluruh lorong antar-tenda kini telah dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) yang beroperasi 24 jam. Selain itu, untuk menghalau hawa panas gurun, setiap tenda telah dipasangi lantai tambahan (parquet/interlock) di bawah karpet, serta didukung oleh dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC) per tenda.

Setiap jemaah dipastikan akan menerima hak fasilitas berupa satu kasur busa baru, bantal, seprai, dan selimut. Tidak hanya di Arafah, kesiapan serupa juga terpantau di Mina, dimana ribuan kasur baru mulai didistribusikan secara merata.

Salah satu titik krusial yang menjadi fokus tahun ini adalah area sanitasi. Guna memecah kepadatan antrean, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melakukan terobosan dengan meminta pihak syarikah untuk membangun rangkaian urinoir khusus pria di luar bilik toilet utama. Selain itu, fasilitas toilet kini didesain lebih inklusif dengan penyediaan jalur khusus dan tangga ramah disabilitas.

Kepala Bidang Pelindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Muftiono, menyatakan bahwa pemantauan terhadap pihak syarikah dilakukan secara ketat setiap harinya untuk memastikan seluruh spesifikasi sesuai dengan kontrak layanan.

"Pada saat awal kita melakukan pengecekan, progres baru mencapai sekitar 60 persen. Namun, hari ini alhamdulillah sudah sangat luar biasa perubahannya," ujar Muftiono saat ditemui tim Media Center Haji di Mina, Jum'at (8/5/2026).

Ia menambahkan bahwa lompatan progres dalam sepekan terakhir ini memberikan keyakinan bahwa seluruh sarana prasarana akan siap sepenuhnya sebelum jemaah mulai bergerak ke Masyair.

"Melihat perkembangan itu, saya optimis bahwa target H-5 seratus persen bisa terwujud," tegas Muftiono.

Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan detail teknis di lapangan tanpa jeda. Upaya ini dilakukan agar jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk dan totalitas tanpa terbebani kendala fasilitas fisik, demi meraih predikat haji yang mabrur.''

 

Sumber : https://haji.go.id/berita/kawal-kesiapan-armuzna-kabid-linjam-pastikan-fasilitas-jemaah-sesuai-kontrak-layanan-1778318531365