Cari Blog Ini

Selasa, 05 Mei 2026

Kinerja Investasi Jateng Ngebut di Triwulan I, Serap 92.000 Tenaga Kerja

 


SEMARANG – Kinerja investasi di Jawa Tengah pada triwulan I (Januari–Maret) 2026 mencatat realisasi Rp23,02 triliun. Capaian itu meningkat 5,35 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, serta menyerap 92.000 tenaga kerja, dengan jumlah proyek 24.957 unit.

Kepala DPMPTSP Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan, pada periode tersebut penanaman modal asing (PMA) mendominasi dengan nilai Rp12,98 triliun, atau 56,40 persen. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencatat investasi sebesar Rp10,04 triliun, atau 43,6 persen.

“Ini bagi kami membanggakan. Di tengah geopolitik yang penuh tantangan, PMA masih menjadi mayoritas investasi di Jawa Tengah,” ujar Sakina di kantornya, Selasa (5/5/2026).

Dia mengatakan, usaha padat modal seperti industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, dan kelistrikan, mulai menggeser dominasi usaha padat karya, seperti alas kaki dan tekstil. Namun demikian, dia menegaskan, Jawa Tengah masih menjadi tempat yang kondusif bagi penanaman modal yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Hal itu karena ekosistem industri alas kaki berskala ekspor telah tercipta di Jawa Tengah.

Sakina menjelaskan, lima besar daerah dengan serapan tenaga kerja terbanyak adalah Kota Semarang dengan 15.650 pekerja, disusul Kendal 9.009 pekerja, Brebes 8.915 pekerja, Jepara 6.897 pekerja, dan Klaten 6.886 pekerja.

Adapun negara Singapura menjadi negara yang paling banyak menanamkan modal mencapai Rp3,33 triliun, disusul Hongkong dengan Rp3,22 triliun, RRT Rp2,14 triliun, Jepang Rp1,85 triliun, dan Korea Selatan dengan nilai investasi Rp0,52 triliun.

“Kami melakukan pendampingan pada setiap investasi yang masuk ke Jateng, baik padat modal maupun padat karya. Perlu diketahui, industri baterai juga sudah berkembang, mulai dari anoda dan katoda, yang memberikan implikasi bahwa sektor pendukung lainnya juga ikut masuk,” pungkasnya.

 

 

Sumber ; https://jatengprov.go.id/publik/kinerja-investasi-jateng-ngebut-di-triwulan-i-serap-92-000-tenaga-kerja/