Lampung - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI menghadiri kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di Provinsi Lampung sebagai langkah memperkuat sinergi antara sektor perumahan dan penguatan ekonomi masyarakat, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor perbankan, pengembang, serta pelaku usaha dalam memperluas akses pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki dampak ekonomi yang besar karena mampu menggerakkan banyak sektor usaha sekaligus membuka lapangan kerja.
“Perumahan bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. Dari tukang bangunan, toko material, UMKM, hingga sektor jasa ikut tumbuh karena pembangunan perumahan,” ujar Menteri Ara.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga menyoroti pentingnya penguatan program Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan sebagai salah satu instrumen pemberdayaan ekonomi rakyat.
“KUR Perumahan atau KPP ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah, tetapi juga membantu menggerakkan usaha rakyat di sektor perumahan. Dari tukang, toko bangunan, pengembang kecil, sampai UMKM semua ikut bergerak,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendorong perluasan akses pembiayaan agar semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil yang bisa merasakan manfaat program tersebut.
“Kita ingin KUR Perumahan ini semakin mudah diakses masyarakat dan pelaku usaha, sehingga dapat melahirkan lebih banyak pengusaha baru dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Menteri Ara juga menegaskan bahwa program tersebut diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru di daerah. “Dengan program ini kami ingin membuat orang-orang kaya baru di Lampung. Kita ingin masyarakat tumbuh, usahanya berkembang, ekonominya bergerak, dan kesejahteraannya meningkat melalui sektor perumahan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ara juga memberikan apresiasi kepada sektor perbankan, khususnya Bank Tabungan Negara (BTN), atas dukungannya terhadap program pembiayaan perumahan rakyat. “Saya mengapresiasi BTN atas dukungannya dalam penyaluran pembiayaan perumahan. Pada acara ini, BTN telah mencatatkan serapan sebesar Rp268,86 miliar dari 264 debitur. Ini capaian yang sangat baik dan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk ikut aktif mensosialisasikan program KUR Perumahan kepada masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Kalau pembiayaan ini dimanfaatkan dengan baik, maka akan tumbuh banyak pelaku usaha baru di daerah. Ini penting agar sektor perumahan benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Ia juga mengajak pemerintah daerah untuk aktif mendukung program pembiayaan perumahan melalui kebijakan yang pro rakyat, termasuk kemudahan perizinan dan dukungan terhadap pengembangan kawasan hunian.
“Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar sektor perumahan benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa sektor perumahan turut memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. “Berdasarkan data yang kami rilis pada 5 Mei 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I tahun 2026 mencapai 5,61 persen dan ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Sektor perumahan menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi tersebut,” ujarnya.
Ia berharap sektor perumahan dapat terus memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional pada periode berikutnya. “Kami berharap sektor perumahan terus berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan-triwulan berikutnya karena dampaknya sangat besar terhadap berbagai sektor usaha dan penyerapan tenaga kerja,” tambahnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor perumahan di Lampung.
“Kami siap mendukung berbagai program perumahan dan pembiayaan rakyat agar masyarakat Lampung semakin mudah mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan perumahan juga memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Kementerian PKP menegaskan bahwa pembangunan perumahan ke depan harus terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi rakyat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian PKP memperkuat komitmennya untuk terus menghadirkan akses hunian layak, terjangkau, dan berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat melalui sektor perumahan.




