Cari Blog Ini

Kamis, 21 Mei 2026

Menag Sebut Teknologi Harus Hadirkan Kebahagiaan dan Keadilan Sosial

 


Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perkembangan teknologi harus dibarengi dengan tanggung jawab moral dan kepedulian sosial agar mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas. Hal itu disampaikan saat menutup kegiatan CSR Huawei Indonesia 2026 bertema “Sharing Happiness, Qurban for Indonesia” di Masjid Istiqlal Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Agama menyebut Masjid Istiqlal bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ruang untuk mempererat hubungan antarsesama warga bangsa dan sesama manusia. Ia mengatakan semangat kemanusiaan menjadi nilai utama yang terus dikembangkan di masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Menurut Menag, kegiatan CSR qurban yang digelar Huawei Indonesia tidak hanya menjadi seremoni menjelang Idul Adha, tetapi juga mempertemukan nilai spiritual, tanggung jawab sosial, dan visi teknologi masa depan. Ia menilai kolaborasi tersebut penting di tengah perkembangan era kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Menag mengapresiasi kontribusi Huawei Indonesia yang dinilai tidak hanya mengembangkan bisnis di Indonesia, tetapi juga menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat. Tahun ini, Huawei menyalurkan donasi 15 ekor sapi dan 60 ekor kambing kepada 15 masjid di 10 kota di Indonesia.

“Kontribusi nyata melalui donasi 15 sapi dan 60 ekor kambing ke 15 masjid di 10 kota di Indonesia pada tahun ini adalah bukti nyata bahwa kemajuan teknologi tidak harus mencabut sebuah korporasi dari nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal,” ujar Menag.

Ia menjelaskan, esensi ibadah qurban yang diajarkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS adalah pengorbanan, keikhlasan, dan keadilan sosial. Menurutnya, Idul Adha menjadi bentuk bantuan sosial berupa protein bagi masyarakat, sebagaimana Idul Fitri menghadirkan bantuan dalam bentuk karbohidrat melalui zakat fitrah.

“Dengan demikian, kolaborasi antara karbohidrat dan protein diharapkan bisa melahirkan manusia-manusia bermutu, insan kamil,” kata Menag.

Menag juga menekankan pentingnya sinergi antara perusahaan teknologi, pemerintah, organisasi keagamaan, dan akademisi dalam membangun ekonomi berbasis layanan cerdas yang tetap berlandaskan kearifan lokal. Ia mengingatkan bahwa teknologi pada dasarnya bersifat netral dan akan menjadi berkah jika digunakan oleh pihak yang memiliki komitmen moral. Sebaliknya, teknologi bisa menjadi musibah jika egoisme menguasai para pengembang. 

“Jangan biarkan satu pun warga negara kita tertinggal di belakang dalam transisi digital ini. Mari kita bangun fondasi digital Indonesia yang kuat, aman, inklusif, dan berdaulat,” pungkasnya.


 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/menag-sebut-teknologi-harus-hadirkan-kebahagiaan-dan-keadilan-sosial-Isr2u