Cari Blog Ini

Rabu, 10 Juni 2026

Jateng Pimpin Capaian CKG Nasional, Didukung Program Speling Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

 


SEMARANG – Jawa Tengah mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI karena menjadi provinsi dengan jumlah peserta Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbanyak di Indonesia. Selain keberhasilan edukasi kepada masyarakat, kolaborasi dengan program milik Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Dokter Spesialis Keliling (Speling), turut mendongkrak minat masyarakat untuk memeriksakan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah dr Zulfachmi Wahab mengungkapkan, pada 2025 jumlah warga Jawa Tengah yang mendaftar CKG mencapai 14.587.365 orang, sedangkan yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sebanyak 14.293.190 orang. Sementara pada 2026, jumlah warga yang mendaftar CKG mencapai 11.004.804 orang, dan yang telah terlayani sebanyak 10.787.321 orang.

Adapun capaian program Speling sejak 2025 hingga 10 Juni 2026 telah melayani 107.083 orang, menjangkau 454 kecamatan dan 1.138 desa, dengan jumlah layanan dokter spesialis keliling mencapai 1.248 kali.

“Kolaborasi program Pak Presiden, yakni CKG, dan program prioritas Pak Gubernur Jawa Tengah, Speling, berdampak luar biasa bagi masyarakat,” tuturnya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Zulfachmi, kolaborasi CKG dan Speling saling melengkapi. CKG melakukan pemeriksaan kesehatan dasar berdasarkan kelompok usia, mulai dari skrining penyakit menular maupun penyakit metabolik seperti diabetes, kolesterol, hipertensi, hingga kanker.

Sementara itu, Speling berfokus pada empat penyakit yang menjadi prioritas penanganan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni skrining kanker serviks, pemeriksaan TB paru, pemeriksaan ibu hamil, dan kesehatan jiwa. Di samping itu, Dinkes Jawa Tengah juga rutin melakukan Speling tematik yang mampu memantik minat warga untuk datang memeriksakan kesehatan.

Speling juga memberikan layanan tambahan, seperti pemeriksaan rontgen mobile, konsultasi dengan dokter spesialis jiwa, hingga konsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

“Untuk di Pulau Jawa, secara proporsional target tertinggi ada di Jawa Barat atau Jawa Timur. Kita di urutan keempat. Tetapi Jawa Tengah bisa leading, nomor satu kunjungan, karena faktor-faktor itu tadi,” ungkapnya.

Untuk terus mengakselerasi pemeriksaan kesehatan masyarakat, pada 2026 Dinkes Jawa Tengah telah merencanakan kegiatan Speling di sekitar 1.000 desa, dengan target 100.000 penduduk terlayani.

Di samping itu, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Polda Jawa Tengah terkait pelacakan (tracing) tuberkulosis. Selain itu, penandatanganan kerja sama juga dilakukan dengan belasan perguruan tinggi, agar mahasiswa baru melakukan pemeriksaan kesehatan.

Program CKG yang dikolaborasikan dengan Speling juga diperkuat melalui sinergi lintas layanan, mulai dari puskesmas, rumah sakit, hingga rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah.

“Dari data CKG, misalnya ada warga yang terindikasi penyakit dan membutuhkan tindakan lanjutan, melalui Speling kami bisa merekomendasikan rujukan ke rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah sebagai hub layanan, tergantung wilayahnya. Di Jawa Tengah kebetulan ada delapan rumah sakit provinsi,” urainya.

Ke depan, Pemprov Jawa Tengah akan terus mengembangkan inovasi layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan, agar minat masyarakat untuk memeriksakan kesehatan semakin meningkat.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan program CKG di 38 provinsi telah melayani 42.297.657 orang. Adapun provinsi dengan jumlah peserta CKG tertinggi adalah Jawa Tengah.

“Saya perhatikan jumlah tertinggi tetap di Jawa Tengah. Artinya edukasi ke masyarakat sudah cukup baik karena sudah 10 juta lebih. Jawa Timur 6,8 juta, Jawa Barat 5,2 juta, padahal penduduk Jawa Barat lebih tinggi dibanding Jawa Tengah. Artinya CKG di Jawa Tengah berjalan cukup baik,” papar Benjamin, pada rapat dengan DPR RI, Selasa (9/6/2026).

 

 

Sumber : https://jatengprov.go.id/publik/jateng-pimpin-capaian-ckg-nasional-didukung-program-speling-gubernur-ahmad-luthfi/