Cari Blog Ini

Rabu, 10 Juni 2026

Lantik Pengurus IPIM Jabar, Menag Bicara Pesantren dan Pelestarian Alam

 

Kabupaten Bandung (Kemenag) --- Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik Pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Jawa Barat masa bakti 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Falah. Di hadapan ratusan warga yang hadir, Menag bicara tentang pesantren dan tanggung jawab pelestarian alam.

Menurut Menag, pendidikan pesantren diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Untuk itu, pesantren selama ini telah menerapkan kurikulum berbasis cinta dan mengajarkan kelestarian alam. 

“Kurikulum Berbasis Cinta itu sesungguhnya bukan sesuatu yang baru. Nilai-nilainya sudah lama diajarkan dan dipraktikkan di pesantren,” ujar Nasaruddin Umar, di Bandung, Selasa (9/6/2026).

Menurut Menag, Kurikulum Berbasis Cinta tidak dapat dipisahkan dari konsep ekoteologi yang mengajarkan pentingnya membangun hubungan harmonis antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. “Kalau tidak ada cinta, dunia ini akan cepat rusak,” ujarnya.

Menag menjelaskan, pesantren sejak lama telah menanamkan nilai-nilai tersebut melalui pendidikan akhlak, penguatan spiritualitas, serta pembiasaan hidup berdampingan secara damai dan harmonis. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu menumbuhkan kasih sayang, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kehidupan.

Dikatakannya, pesantren memiliki posisi strategis dalam memperkuat moderasi beragama karena tumbuh dalam tradisi yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Ia juga mengajak seluruh pesantren untuk memperkuat kesadaran ekologis sebagai bagian dari implementasi ajaran agama.

“Ekoteologi sesungguhnya telah lama hidup di pesantren. Nilai-nilai itu perlu terus diperkuat agar menjadi bagian dari cara pandang dan perilaku generasi muda,” ujarnya.

Melalui penguatan Kurikulum Berbasis Cinta, Menag berharap pesantren dapat melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, memiliki kepedulian sosial, mencintai lingkungan, serta berkomitmen menjaga kerukunan dan perdamaian.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Dudu Rohman menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama di tengah keluarga besar pesantren dan masyarakat Jawa Barat. Menurutnya, penguatan nilai cinta dalam layanan keagamaan sejalan dengan upaya membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan damai.

“Jawa Barat ingin menjadi Jawa Barat yang rukun, harmonis, dan damai. Karena itu, layanan yang diberikan harus dilandasi dengan cinta sehingga dapat menghadirkan kemaslahatan dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya.



Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/lantik-pengurus-ipim-jabar-menag-bicara-pesantren-dan-pelestarian-alam-L73xI