Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Stasiun Kereta Api Jakarta International Stadium (JIS) di Sunter, Jakarta Utara, Senin (22/6), dalam rangka "Aktivasi Operasional Terbatas Stasiun JIS". Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus meningkatkan aksesibilitas masyarakat menuju kawasan strategis Jakarta.
Stasiun
JIS merupakan stasiun baru pada lintas Commuter Line Tanjung Priok
relasi Jakarta Kota-Tanjung Priok yang berada di antara Stasiun Ancol
dan Stasiun Tanjung Priok. Kehadiran stasiun ini membuka akses langsung
menuju kawasan JIS melalui konektivitas dengan Stasiun Kampung Bandan
dan Stasiun Jakarta Kota.
"Stasiun JIS terhubung dengan jaringan KRL yang lebih luas dan
menjadikannya bagian dari ekosistem transportasi publik Jabodetabek yang
terintegrasi. Stasiun ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan mobilitas
warga Jakarta yang terus berkembang," ujar Menhub Dudy dalam
sambutannya.
Menurut Menhub, setiap stasiun yang terbangun merupakan satu
langkah menuju Jakarta yang berkelanjutan, efisien, dan nyaman. Selain
itu juga, untuk mendorong masyarakat beralih dari penggunaan kendaraan
pribadi ke transportasi publik.
"Saya mengapresiasi langkah nyata pemerintah provinsi DKI
Jakarta yang telah membangun stasiun ini sebagai wujud komitmen bersama
dalam menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi dengan kawasan
strategis kota. Kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian
Perhubungan ini menjadi contoh kolaborasi dalam pembangunan transportasi
nasional," kata Menhub.
Kementerian Perhubungan berperan aktif dalam memastikan
penyelenggaraan operasional Stasiun JIS berjalan sesuai standar
keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Melalui Direktorat Jenderal
Perkeretaapian, Kemenhub juga memberikan pendampingan teknis dan
melakukan evaluasi bersama Pemprov DKI Jakarta selama masa operasional
terbatas.
Sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, PT
Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia menjadi
kunci hadirnya layanan transportasi publik yang semakin terhubung.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi contoh pengembangan transportasi
perkotaan yang mengedepankan integrasi antarlembaga untuk menjawab
kebutuhan masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa kehadiran
Stasiun JIS merupakan langkah nyata untuk mendorong masyarakat beralih
ke transportasi publik. "Ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov DKI
Jakarta menghadirkan transportasi publik yang lebih baik, lebih modern,
dan lebih terhubung bagi seluruh warga Jakarta," ujar Gubernur Pramono.
Pada tahap operasional terbatas, layanan Commuter Line Tanjung
Priok mulai berhenti di Stasiun JIS sejak 22 Juni 2026 pukul 13.00 WIB
dengan frekuensi perjalanan setiap 30 menit. Layanan ini beroperasi
setiap hari mulai pukul 05.30 WIB hingga 21.00 WIB untuk memberikan
kemudahan mobilitas masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi dalam rangka Hari Ulang Tahun Jakarta
ke-499, tarif perjalanan menuju dan dari Stasiun JIS ditetapkan sebesar
Rp1 selama masa operasional terbatas pada 22–28 Juni 2026. Kebijakan ini
diharapkan dapat mendorong masyarakat mencoba dan membiasakan
penggunaan transportasi publik.
Saat ini, pembangunan fisik Stasiun JIS yang meliputi area
peron, jalur pedestrian, dan jembatan penghubung telah selesai dibangun.
Sejumlah fasilitas pendukung seperti lift, eskalator, dan akses
tambahan akan terus disempurnakan secara bertahap agar stasiun dapat
berkembang menjadi stasiun berstandar optimal.
Kementerian Perhubungan bersama Pemprov DKI Jakarta berkomitmen
untuk terus membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan transportasi
publik yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Kehadiran Stasiun JIS
diharapkan mampu mengurangi kemacetan, mendukung penyelenggaraan
kegiatan berskala besar di kawasan JIS, serta meningkatkan kualitas
hidup masyarakat melalui layanan transportasi yang lebih terintegrasi.
Terkait dengan kelengkapan Stasiun JIS, Direktur Jenderal
Perkeretaapian Allan Tandiono menyebut bahwa pihaknya akan terus
memberikan pendampingan agar stasiun ini dapat dikembangkan menjadi
stasiun ultimate. Allan menyebut bahwa dalam rekomendasi teknis yang
disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) kepada Pemrpv
DKI Jakarta, telah disampaikan usulan seperti penambahan ramp sebagai
pengganti dari akses elevator.
Di samping itu, diusulkan juga agar dapat dibuka akses penumpang
menuju stasiun dari Jl. R.E. Martadinata dengan memperhatikan aspek
keselamatan mengingat proyek pembangunan Harbour Toll Road yang juga
tengah berlangsung.
“Kami siap untuk terus mengawal dan memberikan pendampingan
pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta hingga Stasiun JIS
Ultimate terwujud agar setiap tahapannya berjalan dengan standar
keselamatan dan pelayanan yang tidak dikompromikan,” tutur Dirjen Allan.
Direktur KAI Commuter, Mochamad Purnomo Sidi menyampaikan
pihaknya akan mendukung secara menyeluruh layanan masyarakat di Satsiun
JIS. “KAI Commuter juga akan menyiagakan petugas pelayanannya selama
masa operasional terbatas ini, sehingga seluruh pengguna Commuter Line
di Stasiun JIS mendapatkan layanan yang sama dengan stasiun-stasiun
lainnya,” jelas Purnomo Sidi.
Diprediksi pada awal pengoperasian terbatas ini Stasiun JIS akan
melayani 1.000 – 2.000 pengguna Commuter Line per hari. Pihaknya juga
akan terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk
terus meningkatkan fasilitas dan layanan secara bertahap untuk pengguna
Commuter Line di Stasiun JIS. KAI Commuter juga mengimbau kepada seluruh
penggunan pengguna untuk menjaga fasilitas-fasilitas layanan yang
tersedia demi kenyamanan bersama.
Turut hadir dalam acara ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin.
sumber : https://dephub.go.id/post/read/menhub-dudy-dan-gubernur-jakarta-resmikan-stasiun-jis











