Jakarta, Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi
Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat sinergi
kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat
nilai tukar rupiah, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal
tersebut dilakukan seiring upaya pemerintah mendorong pertumbuhan
ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.
“Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik,
amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke
depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik
sehingga pertumbuhan kita semakin cepat,” ujar Menkeu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang
mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan
ekonomi untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi sekaligus memperkuat
sinergi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas dan
mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak menegaskan pentingnya koordinasi
yang erat antarotoritas ekonomi. Penguatan sinergi dinilai diperlukan
agar berbagai instrumen kebijakan dapat berjalan saling mendukung sesuai
dengan kewenangan masing-masing.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia
sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas nilai tukar
rupiah. Upaya yang ditempuh antara lain melalui peningkatan daya tarik
imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong aliran modal
masuk serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.
Menkeu menilai koordinasi yang semakin erat antara pemerintah dan bank
sentral akan meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi sehingga
dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih optimal.
“Dalam perjalanannya tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan
Bank Sentral. Kita akan mendukung Bank Sentral memperkuat koordinasi
supaya kebijakan semakin sinkron, supaya dampak kebijakan antara
pemerintah dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian,” kata Menkeu.
Lebih lanjut, Menkeu menjelaskan bahwa penguatan sinergi fiskal dan
moneter pada akhirnya ditujukan untuk memberikan manfaat langsung kepada
masyarakat. Stabilitas nilai tukar rupiah yang lebih terjaga diharapkan
dapat membantu menekan biaya produksi, khususnya bagi pelaku usaha yang
masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut akan
mengurangi tekanan terhadap harga barang sehingga masyarakat dapat
memperoleh harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, keselarasan kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia
juga diharapkan memberikan dampak positif bagi dunia usaha maupun rumah
tangga. Stabilitas ekonomi yang terjaga akan mendukung aktivitas ekonomi
yang lebih baik, baik pada tingkat makro maupun mikro.
Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat
koordinasi dan menjaga sinergi kebijakan guna mendukung stabilitas
ekonomi, memperkuat kepercayaan pasar, serta mendorong pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan.










