Jakarta, Kemenkeu – Di sela-sela rangkaian pertemuan
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) /
Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi di Paris, Wakil Menteri
Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung melakukan sejumlah pertemuan bilateral
strategis.
Pada Rabu (03/06), Wamenkeu Juda bertemu dengan Wakil Menteri Luar
Negeri Uruguay Valeria Csukasi. Dalam pertemuan tersebut, Uruguay
mengajak Indonesia untuk bersama-sama mendorong percepatan penyelesaian
Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Sebagai langkah awal, perjanjian bilateral antara Uruguay-Indonesia
diharapkan dapat mendorong peningkatan hubungan ekonomi dengan negara di
kawasan Amerika Latin.
Selain itu, Uruguay juga meminta dukungan untuk masuk dalam Regional
Comprehensive Economic Partnership (RCEP), sekaligus menjajaki kerja
sama dengan Indonesia dalam proses aksesi ke Comprehensive and
Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).
Indonesia menyambut positif upaya diversifikasi ekonomi tersebut, baik
dengan negara-negara Mercosur maupun secara bilateral dengan Uruguay.
“Kami menyampaikan keinginan yang sama untuk mendorong diversifikasi
kemitraan termasuk dengan negara-negara Mercosur dan secara bilateral
dengan Uruguay untuk meningkatkan kerja sama pada sejumlah sektor
strategis khususnya renewable energy di mana Uruguay sangat maju,”
ungkap Wamenkeu Juda.
Masih di hari yang sama, Wamenkeu Juda mendampingi Menteri Koordinator
Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Sekretaris Jenderal OECD.
Pertemuan tersebut membahas kondisi perekonomian global dan Indonesia
terkini, serta perkembangan proses aksesi Indonesia ke OECD.
Kemudian pada Kamis (04/06), Wamenkeu Juda juga mengadakan pertemuan
bilateral dengan Wakil Menteri Keuangan Thailand Santitarn Sathirathai.
Pertemuan tersebut fokus membahas persiapan Thailand sebagai tuan rumah
Sidang Tahunan Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional mendatang.
Wamenkeu menyampaikan berbagai masukan terkait isu strategis seperti
digitalisasi, pembiayaan hijau, dan konektivitas sistem pembayaran yang
menjadi topik penting di ASEAN dan berpotensi diangkat ke tingkat
global.
Selanjutnya, kedua negara juga bertukar pandangan mengenai kondisi
ekonomi terkini serta tantangan yang muncul akibat gejolak ekonomi
global. Indonesia dan Thailand sepakat untuk mengeksplorasi peluang
kerja sama yang lebih erat dalam pendalaman sektor keuangan.



