Cari Blog Ini

Jumat, 03 Juli 2026

500 Imam Masjid se-Provinsi Banten Ikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an


 

Tangerang (Kemenag) — Sebanyak 500 imam masjid di wilayah Provinsi Banten mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).  Ajang ini khusus diikuti oleh para Imam masjid di provinsi Banten. 

Kegiatan regional ini bertujuan meningkatkan kualitas kompetensi para imam masjid di Banten pada tiga kriteria utama, yaitu ketepatan artikulasi bacaan (makhraj), tingkat hafalan (tahfiz), serta pendalaman pemahaman kandungan ayat (tafsir Qur'an) agar menjadi semakin baik.

Acara di Masuid Raya Baitul Mukhtar, Kabupaten Tangerang ini dirangkai juga dengan pengukuhan jajaran ulama dan Dewan Hakim MTQ, serta pelantikan Pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Banten oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. 

“Hari ini juga kita membuat rangkaian acara panjang ya. Nanti kita akan melakukan Konferensi Internasional Grand Imam di seluruh dunia, yang rangkaian acara ini adalah kegiatan-kegiatan di Banten. Nanti habis acara hari ini akan ada seminar menggambarkan kira-kira apa proyeksi imam di masa akan datang." tuturnya di Tangerang, Jum'at (3/7/2026). 

Menag menjelaskan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan melalui pengurus IPIM Banten yang baru dilantik ini menjadi instrumen penting kementerian, mengingat loyalitas dan kepatuhan sosial masyarakat di tingkat akar rumput secara statistik tercatat paling tinggi berada di bawah arahan para imam masjid.

"Maka kita akan ingin menginspirasi setiap orang melalui diplomasi keagamaan. Dan hari ini juga ya, tadi ada rangkaian-rangkaian acara yang berkaitan mengurus IPIM Provinsi Banten. Jadi ada asosiasi imam masjid di Indonesia dan kebetulan di seluruh dunia. Nah itu nanti enggak apa-apa diorganisir masjid karena yang paling sering di masjid ini imam, karena kalau di masjid kadang-kadang banyak kesempatan. Tapi kalau imam, pasti lima kali sehari semalam, tapi dengan masjid harus tahanin masjid. Maka itu pembinaan imam juga sangat penting sebagai pemimpin formal dalam masyarakat kita," urai Menag secara detail. 

Peningkatan kualitas pimpinan informal ini dinilai memiliki dampak linier terhadap keberhasilan pelaksanaan pembangunan wilayah yang dijalankan oleh pemerintah kota maupun provinsi.

"Kami sangat yakin kalau imam profesional, maka itu akan sangat membantu pembangunan di balik kota yang ada di baliknya. Kenapa? Karena loyalitas masyarakat itu ternyata dalam konteks yang paling tinggi dipercaya adalah para imam-imam masjid. Jadi kalau ingin menggapai loyalitas masyarakat ya imam-imam masjid inilah kuncinya. Dan yang juga acara ini juga jadi nanti yayasan kita yang sangat penting kita akan bareng menerimanya kalau bersama dihadiri oleh para ulama dan Dewan Hakim MTQ yang ada bersama kita semuanya. Rangkaian Kongres Internasional nanti akan berlangsung, semoga berlangsung baik di Jakarta." pungkas Menag.

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan kesiapan penuh untuk berkontribusi mendukung kesuksesan pelaksanaan ajang MTQ bagi para imam masjid ini. Langkah tersebut diselaraskan dengan komitmen daerah untuk menjadikan masjid sebagai pusat informasi kegiatan masyarakat serta pusat peradaban umat.

"Terima kasih atas segala-galanya, kami, yang mana Provinsi Banten hari ini menyelenggarakan Briging dalam rangka menuju International Grand Imams Conference yang akan terselenggara di 2026 ini. Provinsi Banten mendukung kegiatan ini dan Pemerintah Provinsi Banten menjadikan masjid sebagai pusat dari segi kegiatan-kegiatan masyarakat, pusat informasi, pusat peradaban. Dan semoga kemakmuran masjid sama-sama bisa kita jaga bersama, Terima kasih," papar Gubernur Bante, Andra Soni.

Selain Pemprov Banten, Yayasan Muslim Sinarmas selaku mitra kerja strategis turut mengonfirmasi dukungan penuh terhadap keberlanjutan rangkaian program pembinaan imam masjid ini di lapangan. Acara ini dihadiri oleh jajaran ASN Penyuluh di Kanwil Kemenag Provinsi Banten, serta Imam-imam masjid se-Provinsi Banten.

 

 

Sumber : https://kemenag.go.id/nasional/500-imam-masjid-se-provinsi-banten-ikuti-musabaqah-tilawatil-quran-hjHWd