Cari Blog Ini

Selasa, 07 Juli 2026

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI BARAT LAUT PULAU DOI, TANGGAL 07 JULI 2026

 

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI BARAT LAUT PULAU DOI, TANGGAL 07 JULI 2026 

INFORMASI GEMPA BUMI

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 07 Juli 2026, pukul 14:16:27 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi terletak pada koordinat 3,14 LU – 127,44 BT, di Barat Laut Pulaudoi. Gempa bumi ini memiliki magnitudo M 5,6 dengan kedalaman hiposenter 10,0 km yang telah direvisi menjadi magnitudo M5,5 dengan kedalaman 44 km. Berdasarkan data dari GFZ (GeoForschungsZentrum), episenter gempa bumi berada pada koordinat 3,204 LU – 127,596 BT dengan magnitudo M 5,54 pada kedalaman hiposenter 10,0 km.

KONDISI GEOLOGI DAN PENYEBAB GEMPA BUMI

Lokasi episenter gempa bumi terletak di laut. Kondisi daerah terdekat dengan episenter gempa bumi memiliki morfologi dataran, berombak, dan bergelombang. Litologi penyusun wilayah ini terdiri atas Batuan Bancuh berumur pratersier, Batuan Sedimen berumur tersier, dan Batuan Karbonat berumur kuarter. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan/atau sedimen permukaan berpotensi memperkuat guncangan gempa bumi.
Berdasarkan parameter sumber, gempa bumi berasosiasi dengan zona subduksi Ganda Punggungan Mayu yg menunjam ke arah timur dengan mekanisme sesar oblique naik.

DAMPAK GEMPA BUMI

Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami.

REKOMENDASI

  1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
  2. Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi.
  3. Masyarakat diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.
  4. Masyarakat diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.
  5. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran.
  6. Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi.


Sumber : https://vsi.esdm.go.id/kajian-kejadian/analisis-geologi-kejadian-gempa-bumi-di-barat-laut-pulau-doi-tanggal-07-juli-2026