ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI BARAT DAYA BENGKULU, TANGGAL 24 JULI 2026
INFORMASI GEMPA BUMI
Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, tanggal 24 Juli 2026 pukul 05.50.25 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di barat daya Bengkulu, pada koordinat 5,98 LS dan 100,72 BT, berjarak sekitara 297 km barat daya Bengkulu, dengan magnitudo (M 5,4) pada kedalaman 10 km.
KONDISI GEOLOGI DAN PENYEBAB GEMPA BUMI
Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut. Wilayah terdekat dengan pusat gempa bumi adalah Pulau Enggano dan pantai Bengkulu. Morfologi daerah tersebut merupakan dataran pantai yang dibatasi oleh perbukitan bergelombang hingga terjal. Wilayah terdampak diklasifikasikan ke dalam Kelas Tanah C (tanah keras), Kelas Tanah D (tanah sedang), dan Kelas Tanah E (tanah lunak). Daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan rombakan gunungapi, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, sungai dan rawa. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu pada morfologi perbukitan terjal dan batuannya telah mengalami pelapukan berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.
Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG, maka kejadian gempa bumi tersebut disebabkan oleh sesar aktif dengan mekanisme sesar mendatar pada zona outer rise.
DAMPAK GEMPA BUMI
Hingga laporan ini disusun belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian ini. Guncangan gempa bumi di sekitar lokasi pusat gempa bumi dirasakan dengan intensitas III - IV skala MMI (Modified Mercalli Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak mengakibatkan terjadi tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena tidak memicu terjadinya deformasi dasar laut. Data Badan Geologi memperlihatkan bahwa sebaran permukiman penduduk terletak pada kawasan rawan gempa bumi tinggi hingga menengah. Menurut data Badan Geologi pantai Pulau Enggano dan Bengkulu tergolong rawan tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 meter.
REKOMENDASI
1. Masyarakat agar tetap tenang, mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi.
3. Masyarakat dihimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi.
4. Masyarakat dihimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah yang dipicu guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.
5. Bangunan di Pulau Enggano dan Provinsi Bengkulu agar dibangun mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi dengan jalur evakuasi.
6. Kejadian gempa bumi ini tidak diikuti oleh bahaya sesar permukaan dan bahaya ikutan (retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan gerakan tanah). Oleh karena itu masyarakat tidak perlu khawatir.






