TVRINews - Arlington, Amerika Serikat Dua bek Australia, Harry Souttar dan Lucas Harrington gagal mencetak gol dalam adu penalti membuat Mesir menang 4-2.
Mesir
berhasil lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menang adu penalti
4-2 atas Australia, dalam laga 32 besar yang bergulir pada Jumat
(3/7/2026) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB. Dalam adu
penalti, dua bek Australia, Harry Souttar dan Lucas Herrington gagal
mencetak gol dari titik putih. Sementara empat eksekutor Mesir termasuk
Mohamed Salah berhasil mencetak gol.
Kemenangan ini membuat The
Pharaohs lolos ke 16 besar. Ini pertama kali dalam sejarahnya Mesir
tampil lagi di 16 besar setelah 92 tahun, sejak terakhir kali mencapai
fase ini pada Piala Dunia 1934 atau Piala Dunia edisi kedua.
Pertandingan ini dilanjutkan dengan adu penalti setelah di waktu normal
laga imbang 1-1. Mesir mencetak gol lebih dulu lewat aksi Emam Ashour di
menit ke-13 sedangkan gol balasan Australia terjadi karena gol bunuh
diri bek Mesir, Mohamed Hany di menit ke-55
Dalam laga yang
bergulir di Stadion Dallas Stadium, Mesir mampu memberikan perlawanan
terhadap Australia. Pertahanan Australia memang cukup sulit ditembus
khususnya faktor Harry Souttar yang berpostur tinggi. Performa kiper
Australia, Patrick Beach, juga membuat serangan Mesir selalu kandas. Di
babak kedua, Patrick Beach justru ditarik keluar dan digantikan dengan
Mathew Ryan.
Sejumlah peluang terjadi di laga ini. Seperti Karim
Hafez yang melepaskan umpan silang dengan kaki kirinya, melambung ke
sisi kiri daerah jantung pertahanan Australia. Di sana sudah ada Emam
Ashour yang tidak terkawal. Pemain sayap kanan ini melompat dan menanduk
bola tersebut dengan mengarahkan ke sisi kanan dalam gawang Australia.
Kiper Australia Patrick Beach tidak dapat menjangkau bola tandukan
tersebut.
Jelang 45 menit akan berakhir, kedudukan tidak berubah,
1-0 untuk keunggulan Mesir. The Pharaohs menggunakan strategi serangan
balik untuk mendapatkan gol kedua mereka di laga ini. Sementara
Australia membangun serangan mulai dari pemain belakang. Menggunakan
umpan satu dua, baik serangan dari lapangan tengah hingga pemain bek dan
sayap kanan dan kiri mereka.
Percobaan mereka di antaranya lewat
gelandang serang Cristian Volpato di menit ke-41. Pemain bernomor 20
ini melepaskan tembakan namun bola tembakannya masih melenceng. Babak
pertama ditandai dengan duel antara bek Mesir, Yasser Ibrahim yang
melakukan sliding tackle untuk menghentikan serangan yang dilakukan
penyerang Australia, Nesrtory Irankunda.
Pada menit ke-45 pertama
ini, penguasaan bola relatif imbang 50-50. Namun demikian, Australia
yang memang tertinggal satu gol membuat mereka melakukan tekanan lebih
besar. Hasilnya, mereka melepaskan enam tembakan dengan 2 di antaranya
mengarah ke gawang. Sementara Mesir hanya melepaskan 3 tembakan dengan
hanya satu mengarah ke gawang.
Sepanjang babak pertama ini pula,
Australia mendapatkan tiga kali kesempatan sepak pojok sementara Mesir
hingga babak pertama berakhir belum memiliki kesempatan tersebut.
Jelang
babak kedua dimulai, Mesir langsung melakukan tekanan. Omar Marmoush
mendapatkan peluang namun bola tembakannya sedikit melenceng dari gawang
Australia. Sementara Australia mendapatkan peluang di menit ke-47
setelah mereka mendapatkan tendangan bebas.
Pada menit itu pula,
terjadi benturan yang membuat pemain Mesir, Mohamed Hany, sempat
tergeletak. Bek kanan Mesir ini terjatuh saat mencoba mengantisipasi
tendangan bebas setelah dua pemain Australia berupaya menjangkau bola
tersebut.
Serangan yang dilakukan Australia seringkali mengancam
pertahanan Mesir. Namun demikian, hingga menit ke-50, Mesir masih bisa
mempertahankan keunggulan 1-0 mereka di laga ini. Di menit ke-53 sebuah
umpan tanggung pemain Mesir berhasil diambil pemain Australia. Socceroos
mendapatkan tendangan bebas. Aiden O'Neill mengambil tendangan bebas
tersebut dan dari tendangan bebas inilah, bola berhasil mengarah ke
depan gawang Mesir. Ironisnya, bola tersebut ditanduk Mohamed Hany masuk
ke gawang sendiri, yang merupakan gol bunuh diri. Membuat kedudukan
imbang 1-1.
Situasi ini memberikan keuntungan psikologis bagi
Australia. Setelah gol tersebut, mereka mengendurkan serangan dengan
memainkan penguasaan bola. Sementara Mesir kembali membangun serangan.
Mereka memainkan kembali umpan-umpan dari kedua sayap dan penetrasi dari
tengah lapangan.
Penyerang Australia, Nestory Irankunda,
dijatuhkan bek Mesir, Yasser Ibrahim yang membuat Australia mendapatkan
tendangan bebas. Di sisi lain, Mesir yang mencoba mendapatkan gol kedua
tampak kesulitan. Bintang mereka, Mohamed Salah, mendapatkan penjagaan
ketat dari bek Australia berpostur tinggi, Harry Souttar.
Hingga
menit ke-75, kedua tim terlihat bermain hati-hati. Australia kembali
membangun serangan dari pertahanan mereka. Seperti umpan jauh langsung
yang dilepaskan Alessandro Circati namun bola masih dapat diantisipasi
pertahanan Mesir. Menit ke-78, gelandang Mesir Karim Hafez membuang bola
dan meminta dirinya untuk digantikan. Australia mendapatkan kembali
tendangan bebas di menit ke-80 yang dilepaskan Aiden O'Neill. Harry
Souttar mencoba memanfaatkan bola liar dengan menanduknya membentur
pemain belakang Mesir.
Mahmoud Trezeguet yang masuk sebagai
pemain pengganti, mencoba melakukan tekanan dari sisi kiri.
Pergerakannya diadang Kai Trewin yang membuat bola keluar dari lapangan.
Menit ke-85, Mesir berhasil mengepung pertahanan Australia namun belum
mengubah skor. Kiper Australia, Patrick Beach mengantisipasi bola
lambung yang mengarah ke gawangnya.
Di sisi lain, kiper Mostafa
Shobeir juga melakukan antisipasi Ketika bola lambung mengarah ke
gawangnya. Sementara itu, Mesir melakukan tekanan lewat peran Haissem
Hassan, pemain yang masuk dari bangku cadangan. Hingga jelang 90 menit,
kedudukan tidak berubah tetap 1-1.
Menit ke-90, Mesir mendapatkan
sepak pojok yang dilepaskan Omar Marmoush. Namun, situasi tersebut juga
belum memberikan ancaman serius di pertahanan Australia. Di menit
ke-90, umpan Mohamed Salah berhasil ditanduk pemain Mesir, Rami Rabia,
namun Patrick Beach melakukan penyelamatan krusial. Dia melompat
menjangkau dan menepis bola tandukan tersebut dengan tangan kirinya.
Waktu 90 menit plus berakhir dengan kedudukan 1-1 membuat laga
dilanjutkan dengan perpanjangan Waktu.
Mohamed Salah mendapatkan
peluang di menit ke-92 namun tendangan kaki kirinya berhasil
diantisipasi Patrick Beach. Serangan Mesir memanfaatkan pergerakan
Mahmoud Trezeguet di sisi kiri dan Haissem Hassan di sisi kanan. Menit
ke-109, gelandang Mesir, Marwan Attia, melepaskan tembakan dari luar
pertahanan Australia, namun bolanya lemah sehingga bisa diredam kiper
Patrick Beach.
Bek dan kapten Australia, Harry Souttar, menjadi
benteng pertahanan yang sulit ditembus. Beberapa kali tembakan Mesir
membentur dirinya. Dia juga menanduk bola tembakan Emam Ashour di menit
ke-111. Menit ke-115, Mahmoud Trezeguet berhasil memasuki jantung
pertahanan Australia, namun aksinya dipatahkan bek Australia.
Menit
ke-116, Awer Mabil, pemain Australia dijatuhkan Mohamed Hany yang
membuat Australia mendapatkan tendangan bebas. Tembakan tendangan bebas
berhasil dipatahkan pagar hidup Mesir. Menit ke-118, kiper Australia,
Patrick Beach digantikan Mathew Ryan. Perpanjangan waktu berakhir,
kedudukan 1-1.
Laga dilanjutkan dengan adu penalti dan Mesir
akhirnya tampil sebagai pemenang dalam adu penalti, 4-2 yang membuat
mereka melangkah ke 16 besar. Mohamed Salah dan kawan-kawan akan
menghadapi laga pemenang Argentina vs Tanjung Hijau yang dimainkan pada
Sabtu (4/7/2026) pagi ini WIB.
Rekaman Pertandingan
AUSTRALIA 1-1 (2-4 adu penalti) MESIR
Waktu: 3 Juli 2026
Tempat: Dallas Stadium (70.244)
Wasit: Gustavo Tejera (Uruguai)
Gol: 0-1 Emam Ashour 13', 1-1 Mohamed Hany bd' 55
Adu Penalti
Australia 2-4 Mesir
0-0 Harry Souttar (Melambung)
0-1 Mahmoud Saber
1-1 Jackson Irvine
1-2 Rami Rabia
2-2 Awer Mabil
2-3 Mohamed Salah
2-3 Lucas Herrington (Membentur mistar)
2-4 Hossam Abdelmaguid
Penguasaan bola: 40%-60%
Tembakan: 16-14
Tembakan ke gawang: 1-4
Sepak pojok: 4-7
Off-side: 0-3
Pelanggaran: 12-14
Kartu kuning: 0-2 Haissem Hassan 105', Yasser Ibrahim 120'
Kartu merah: -
Susunan Pemain
AUSTRALIA (3-4-2-1):
18-Patrick Beach (1-Mathew Ryan 90'); 3-Alessandro Circati, 19-Harry
Souttar, 25-Lucas Herrington; 5-Jordan Bos (15-Kai Trewin 45') Trewin
45'), 22-Jacson Irvine, 13-Aiden O'Neill (24-Okon-Engsler 90'), 16-Aziz
Behich; 20-Cristian Volpato (10-Ajdin Hrustic 74'), 8-Connor Metcalfe
(11-Awer Mabil 90'); 17-Nestory Irankunda (9-Mohamed Toure 74')
Pelatih: Tony Popovic
Mesir (4-4-2):
23-Mostafa Shobeir; 3-Mohamed Hany, 2-Yasser Ibrahim, 5-Rami Rabia,
15-Karim Hafez (7-Mahmoud Trezeguet 80'); 8-Emam Ashour, 14-Hamdi Fathy
(4-Hossam Abdelmaguid 67'), 19-Marwan Attia (21-Mahmoud Saber 120'),
22-Omar Marmoush (9-Hamza Abdelkarim 105'); 10-Mohamed Salah, 11-M.
Abdelraouf
Pelatih: Hossam Hassan
Sumber : https://pialadunia.tvrinews.com/read/pd_wgwkfetkmg/australia-1-1-2-4-mesir-the-pharaohs-ke-16-besar







