PATI - Pemerintah Kabupaten Pati meminta seluruh elemen masyarakat,
khususnya tokoh agama, bergerak cepat memitigasi isu-isu yang
berpotensi memicu perpecahan. Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Pati
Risma Ardhi Chandra dalam Dialog Interaktif Kerukunan Umat Beragama
untuk Menjaga Kondusivitas Wilayah Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten
Pati, Rabu (1/7/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 220 peserta
tersebut digelar untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan, ketertiban,
dan kerukunan di tengah perkembangan dinamika sosial serta derasnya arus
informasi digital.
Chandra menyampaikan bahwa Kabupaten Pati memiliki modal sosial
yang kuat dalam menjaga kerukunan. Hal itu dibuktikan dengan capaian
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati yang berhasil meraih
Harmony Award peringkat ketiga tingkat nasional pada tahun 2025.
"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberagaman di Kabupaten Pati
adalah anugerah yang mampu kita kelola menjadi kekuatan untuk membangun
kedamaian dan kemajuan daerah," ujar Chandra.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi informasi membuat
berbagai isu sosial maupun keagamaan dapat menyebar dengan cepat.
Karena itu, para tokoh agama diminta menjadi garda terdepan dalam
memberikan edukasi sekaligus menjaga masyarakat agar tidak mudah
terprovokasi.
"Kalau ada persoalan, jangan dibiarkan berkembang. Segera
komunikasikan, diskusikan bersama pemerintah desa, pemerintah daerah,
maupun pihak terkait agar bisa segera diselesaikan," tegasnya.
Menurut Chandra, forum dialog seperti ini harus dimanfaatkan
sebagai ruang komunikasi untuk mendeteksi persoalan sejak dini. Dengan
komunikasi yang terbuka, setiap potensi konflik dapat dicegah sebelum
berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Ketertiban dan keamanan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau
aparat, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,
terutama para tokoh agama yang dekat dengan masyarakat," imbuhnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Siti
Subiati menjelaskan bahwa penyelenggaraan dialog tersebut
dilatarbelakangi oleh keberagaman suku, budaya, dan agama di Kabupaten
Pati yang harus dijaga sebagai kekayaan daerah. Menurutnya, diperlukan
ruang komunikasi yang intensif untuk memperkuat silaturahmi sekaligus
menyamakan persepsi dalam memitigasi potensi konflik bernuansa
keagamaan.
"Melalui dialog ini kami berharap terbangun komunikasi yang semakin
erat antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan seluruh elemen
masyarakat sehingga toleransi, moderasi beragama, serta kondusivitas
wilayah di Kabupaten Pati tetap terjaga," kata Siti.
Dialog tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, pengurus FKUB
Kabupaten Pati dan FKUB kecamatan, perwakilan tokoh agama Islam,
Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, penghayat kepercayaan, Paguyuban Sosial
Warga Tionghoa Indonesia Kabupaten Pati, organisasi kemasyarakatan
berbasis keagamaan, perwakilan pemuda lintas agama, serta unsur pimpinan
kecamatan. Pemerintah Kabupaten Pati berharap kolaborasi seluruh unsur
tersebut semakin memperkuat terciptanya daerah yang aman, damai,
harmonis, dan kondusif.







